Kelebihan Kapasitas, Kebun Binantang di Swedia Bunuh 9 Anak Singa
Oleh : Redaksi
Sabtu | 13-01-2018 | 19:02 WIB
anak-singa.jpg Promo PKP
Anak singa ini menuntun penjaga menemukan bangkai ibunya di sebuah bukit (BBC)

BATAMTODAY.COM, Stockholm - Sebuah kebun binatang di Swedia telah membunuh 9 anak singa yang sehat dalam enam tahun terakhir.

Dilansir dari Metro, Jumat (12/1/2018), kebun binatang Boras Djupark di Swedia mematikan predator muda itu karena akan terus tumbuh besar, sementara staf tidak bisa menjual atau memindahkan bayi-bayi singa tersebut.

Sebanyak 9 anak singa dibunuh sejak 2012 hingga 2018. Direktur kebun binatang, Bo Kjellson, mengatakan pihaknya diberi pilihan terkait binatang apa yang harus disingkirkan, dan pilihannya jatuh kepada anak-anak singa.

Berbicara kepada saluran televisi Swedia, SVT, dia menyatakan anak singa biasanya dibunuh pada usia dua tahun.

"Pada saat itu, kami telah mencoba untuk menjual atau merelokasinya ke kebun binatang sejak sudah lama, tapi sayangnya, tidak ada kebun binatang yang memungkinkan menerima mereka," katanya.

"Ketika mereka semakin agresif dan bertambah besar, kami harus menyingkirkan beberapa binatang. Dan mereka yang disingkirkan," tambahnya.

9 anak singa yang dibunuh bernama Potter, Weasley, Simba, Rafiki, Nala, Sarabi, Kiara, Kovu, dan Banzai.

Simba, Rafiki, Nala, dan Sarabi dimusnahkan pada 2013, saat berusia setahun lebih. Sementara Kiara, Banzai, dan Kovi mati pada 2015. Dua lainnya, Potter dan Weasley lahir pada 2016. Sementara, saudara mereka Granger dan Dolores.

The Independent melaporkan pengelola kebun binatang belum yakin apa yang akan terjadi dengan singa-singa lainnya.

"Itu akan kita lihat di masa depan. Beberapa di antaranya mungkin menjadi kelebihan jumlah hewan, dan kemudian kami akan mencoba menempatkannya di tempat lain. Bisa jadi kita harus membunuh mereka," kata Kjellson.

Helena Pederson, seorang peneliti di bidang studi hewan di Universitas Gothenburg, mengatakan kepada SVT, suntik mati hewan di kebun binatang menimbulkan pertanyaan terkait apakah institusi tersebut harus terbuka atau tidak.

Sebelumnya, di Gaza, sebuah kebun binatang swasta yang berlokasi di Jalur Gaza terpaksa menjual tiga ekor anak singa yang baru saja dilahirkan karena terkendala masalah biaya.

Pemilik sekaligus pengelola kebun binatang, Mohammad Ahmad Jumaa, mengiklankan tiga ekor anak singa tersebut di media sosial.

Dia membuka harga untuk masing-masing anak singanya 3.000 dinar Yordania atau setara 5.000 dolar AS (sekitar Rp67 juta).

"Situasi ekonomi semakin buruk dan sulit menemukan makanan maupun air untuk hewan-hewan ini. Saya terpaksa menjual tiga ekor anak singa yang baru lahir sebulan lalu," kata Jumaa.

Sumber: The Independent,metro.co.uk
Editor: Udin


BNN-KEPRI