Masyarakat Bintan Miris Sejumlah Anak Teluksasah Terperangkap 'Mupet'
Oleh : Harjo
Minggu | 07-01-2018 | 16:00 WIB
Mupet_teluksasah.jpg Promo PKP
Dua anak.di bawah umur yang mengakui sudah beberapa kali mengikuti acara 'Mupet' di wilayah Bintan (Foto: Harjo)

BATAMTODAY.COM, Tanjunguban - Kegiatan "Mupet" yang identik dengan pesta mabuk-mabukan dengan minuman keras dan sejenisnya yang melibatkan anak sekolah atau anak di bawah umur beberapa lalu, sempat menghebohkan masyarakat Bintan.

Ternyata kegiatan tersebut masih terus dilakukan secara diam-diam hingga kini oleh kelompok pemuda di Bintan Utara dan sekitarnya.

Setelah sempat menghebohkan dan menjadi perhatian masyarakat, ternyata kegiatan tersebut tidak berhenti. Justru semakin banyak anak-anak usia sekolah yang terlibat. Hal ini diakui oleh dua anak sekolah tingkat SD, sebagai peserta Mupet yang sempat di jemput oleh keluarganya saat hadir dalam acara yang mereka sebut Mupet di Kampung Tanjungtalok, desa Teluksasah, Bintan, Minggu (7/1/2018) dini hari.

Sebut saja Melati (13) pelajar sekolah tingkat SD di wilayah Bintan Utara, kepada BATAMTODAY.COM, mengakui dia dan rekannya sebut saja Mawar (13) warga Teluksasah, sudah beberapa kali mengikuti kegiatan Mupet yang di gelar di wilayah Bintan.

"Kami sudah beberapa kali ikut acara Mupet yang dilaksanakan hingga matahari terbit," ungkap Melati.

Dijelaskan, setiap acara Mupet yang di gelar selalu melibat puluhan pesertanya, dimana peserta sebagian besar masih berstatus sebagai pelajar yang ada di kecamatan Bintan Utara ran Serikuala Lobam serta Teluksebong.

"Teman kami sebagian masih sekolah, termasuk ada yang sekolah tingkat SMP dan SMA. Acara mupet, memang di gelar selalu pindah-pindah tempat. Tergantung dengan informasi dan kesepakatan yang disampaikan oleh panitianya," ujarnya.

Di tanya kegiatan Mupet yang diselenggarakan di Kampung Tanjungtalok, desa Teluksasah Bintan. Melati mengakui memang benar acara Mupet dan akab diselenggarakan termasuk sejumlah peralatan untuk pesta sudah disiapkan oleh pihak panitia yang juga peserta Mupet.

"Tadi acara baru mau di mulai, termasuk alat seperti sound sistem dan lainnya, juga sudah ada. Tapi selanjutnya kami tidak tahu, karena sebelum acara di mulai sudah di jemput keluarga dan di bawa pulang ke rumah," katanya.

Indra salahseorang pemuda Teluksasah menyampaikan terkait dengan acara ini, jelas di butuhkan kepedulian dari semua pihak. Mengingatbacara Mupet yang dihelar dan sednag trend di kalangan pelajar sudah sejak beberapa bulan lalu sudah merambah hingga ke kampung-kampung yang ada di Bintan.

"Mupet, sudah merambah hingga ke kampung-kampungbdan melibatkan anak-anak usia sekolah. Jelas pihak orangtua serta masyarakat harus lebih peduli melihat perkembangan anak-anak," harapnya.

Mengingat khususnya di wilayah desa Teluksasah, jelas diakui oleh peserta Mupet mereka memang sudah merencanakan acara Mupet di wilayah ini. Artinya selain aparat yang ada di desa sudah kecolongan, juga terkesan kepedulian masyarakat setempat masih kurang. Sementara yang melaksanakan kegiatan tersebut tidak jauh dari pemukiman masyarakat.

"Kita meminta selain pengawasan orang tua, kepedulian masyarakat, serta aparat penegak hukum juga menibgkatkan pengawasanya. Karena acara mupet jelas melibatkan anak di bawah umur yang akan merusak masa depan mereka yang jelas akan berimbas pada perkembangan daerah," imbuhnya.

"Keberadaan pemuda jelas manjadi salahsatu penentu untuk perkembangan daerahnya," tambahnya yang diamini sejumlah pemuda lainnya.

Editor: Surya


BNN-KEPRI