PKP

RI Ingin ASEAN-India Perkuat Kemitraan Ekonomi dan Maritim
Oleh : Redaksi
Minggu | 07-01-2018 | 12:00 WIB
dialog_asean_india.jpg honda-batam
Menlu RI, Retno Marsudi (tengah) dan Menlu India, Sushma Swaraj (kedua dari kiri) dalam Dialog ASEAN di Jakarta, Sabtu 6 Januari 2018 (Foto: Kementerian Luar Negeri)

BATAMTODAY.COM, Jakarta - Indonesia menekankan pentingnya pengembangan kerja sama yang lebih intensif antara India dan Perhimpunan Negara Asia Tenggara (ASEAN), di mana Indonesia termasuk sebagai anggota. Kerja sama ini penting untuk memperkuat arsitektur regional Indo-Pasifik dan kerja sama kedua pihak dalam bidang ekonomi dan maritim.

Demikian kata Menteri Luar Negeri RI, Retno Marsudi, dalam dialog akhir pekan ini, yang dihadiri oleh Menlu India, Sushma Swaraj, dan para pejabat ASEAN di Jakarta. Swaraj tengah melawat selama beberapa hari di Jakarta untuk penguatan kerja sama negaranya dengan Indonesia dan ASEAN.

"Kemitraan ASEAN-India perlu memperkuat arsitektur regional di Indo-Pasifik serta meningkatkan kerja sama ekonomi," kata Menlu Retno dalam rilisnya saat menjadi Keynote Speaker pada Sesi Pembukaan the 5th ASEAN-India Network of Think-Tanks (AINTT) di Jakarta, Sabtu (6/1/2018).


Terkait hal tersebut, Menlu RI juga menekankan pentingnya budaya dialog dalam kemitraan ASEAN-India untuk menciptakan ekosistem yang damai, tangguh dan makmur di kawasan Pasifik dan Samudera Hindia.

Retno juga menyampaikan dua prioritas kerja sama lainnya yang harus terus ditingkatkan antara ASEAN dan India. "Dua area dimaksud, yang akan menyentuh langsung hajat hidup masyarakat di kedua kawasan, adalah kerja sama ekonomi (termasuk penyelesaian segera RCEP) dan kerja sama maritim," kata dia

Sementara itu, Menteri Luar Negeri India, Sushma Swaraj, juga menyatakan harapannya atas kawasan Indo-Pasifik yang bebas dari ancaman tradisional dan non-tradisional.

"Terkait dengan hal tersebut penguatan kerja sama maritim, termasuk keamanan maritim dan blue economy, menjadi area kerja sama yang terus dikedepankan oleh India," kata Sushma.

Kerja Sama Tradisional
Menlu India juga selanjutnya juga menggarisbawahi pentingnya meneruskan tiga area kerja sama tradisional ASEAN-India, yaitu perniagaan, konektivitas, dan kebudayaan.

Pertemuan yang berlangsung selama dua hari ini menghadirkan para akademisi, peneliti, dan pejabat tinggi pemerintah dari negara-negara anggota ASEAN dan India. Para peserta the 5th AINTT membahas berbagai aspek kerja sama ASEAN-India, antara lain, kerja sama maritim; pendidikan; warisan budaya, perdagangan dan investasi, serta Visi ASEAN 2025.

Diharapkan kegiatan ini akan menjadi upaya berkelanjutan untuk mengidentifikasi tantangan dan potensi kerja sama ke depan ASEAN-India yang pada akhirnya dapat memformulasi rekomendasi bagi perumusan kebijakan di masa mendatang.

The 5th AINTT diselenggarakan dalam rangkaian peringatan 25 tahun hubungan kerja sama kemitraan ASEAN-India dan merupakan kolaborasi bersama antara Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia, Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), dan Misi India untuk ASEAN di Jakarta.

Editor: Surya