Penerima Bantuan Pendidikan di Disdik Kepri akan Dievaluasi
Oleh : Charles Sitompul
Rabu | 20-12-2017 | 20:02 WIB
Nurdin-86201713.gif Promo PKP
Gubernur Kepri, Nurdin Basirun (Foto: dok.batamtoday.com)

BATAMTODAY.COM, Tanjungpinang - Sesalkan demo mahasiswa yang memerotes penyaluran beasiswa berujung maut dan meninggalnya Kabid PPK Disdik Kepri, Gubernur Nurdin Basirun mengatakan akan mengevaluasi alokasi dana dan penyaluran bantuan belajar beasiswa di Dinas pendidikan Provinsi Kepri tersebut.

"Kejadian ini sangat kita sesalkan yang mengakibatkan salah seorang ASN Kepri meninggal, dalam aksi protes yang dilakukan mahasiswa di Dinas Pendidikan Kepri. Kendati memang hal ini mempunyai sebab dan akibat," ujarnya pada wartawan di DPRD Kepri, Rabu (20/12/2017).

Seharusnya, kata Nurdin, Dinas Pendidikan yang memiliki wewenang dan tanggung jawab dalam penyaluran dana bantuan belajar bagi mahasiswa itu, perlu dilakukan dengan kehati-hatiaan, serta sesuai dengan mekanisme dan aturan yang berlaku.

Hal seperti ini, tambah Nurdin, sangat tidak diinginkan dan akan menjadi perhatiaan semua pihak untuk berhati-hati dalam bekerja.

"Kalau saya dulu, ada memang pengalokasian dana beasiswa bagi anak-anak yang kurang mampu, demikian juga anak berprestasi," ujarnya.

Dalam membagikan, tambah Nurdin, ada indikator yang dilakukan, pertama ada aturan dan mekanisme yang berlaku, kemudian ada indikator keadilan dalam menikmati pendidikan serta azas pemerataan.

"Kita juga minta yang mampu agar legowo lah, sehingga saudara-saudara dan anak-anak kita yang kurang mampu dapat melanjutkan pendidikannya," kata Nurdin.

Bagi yang berprestasi, tambah dia, pemberian beasiswa diharapkan akan dapat memberi motivasi dalam meningkatkan prestasi belajarnya. Bahkan pada bidang-bidang ilmu tehnik di Perguruan Tinggi, pemerintah sangat mendukung dengan memberikan suport pembiayaan pada jurusan teknik mahasiswa tersebut.

Selain itu, Nurdin juga meminta agar semua pihak bersabar dan akan mengevalusi pemberiaan beasiswa, sesuai dengan mekanisme serta atauran yang berlaku.

Editor: Udin


BNN-KEPRI