PKP

Berangkat dari SDM, Teluksasah Berhasil Jadi Desa Percontohan di Kepri
Oleh : Harjo
Kamis | 14-12-2017 | 09:27 WIB
Erdis-Suhendri.jpg honda-batam
Erdis Suhendri mantan Kepala Desa Teluksasah berhasil mengantarkan desanya menjadi desa percontohan bidang pemberdayaan masyarakat melalui BUMDes (Foto: Harjo)

SETELAH malang melintang selama enam tahun menjabat sebagai Kepala Desa Teluksasah, Kecamatan Serikuala Lobam, Bintan dan meraih berbagai prestasi di tingkat Kabupaten Bintan serta Provinsi Kepri, mantan Kades Erdis Suhendri juga sukses mengantarkan desa tersebut, hingga ke tingkat nasional di bidang pemberdayaan masyarakatnya.

Kepada wartawan BATAMTODAY.COM, Rabu (13/12/2017) malam, Erdis Suhendri, yang lahir di Teluk Kuantan 39 lalu itu menyampaikan awal kedatangannya ke Bintan yang sempat mengabdikan diri dengan bekerja di salah satu perusahaan di Kawasan Industri Bintan (KIB) Lobam.

Pada tahun 2011 ia dilantik sebagai Kepala Desa Teluksasah. Sejak itu, dia menjalankan tugasnya sebagai Kepala Desa, mulai mencoba menggali potensi Sumber Daya Alam yang ada. Meski tak semudah membalikkan telapak tangan, justru potensi Sumber Daya Manusia (SDM) desa ini yang lebih menjanjikan.

Setelah melihat potensi yang ada, langkah selanjutnya yang dilakukannya adalah membentuk Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) dengan harapan bisa menghasilkan Pendapatan Asli Desa (PADes) yang berujuan untuk kemandirian masyarakat desa.

"2015 BUMDes secara resmi dibentuk dengan apa adanya dan dengan modal seadanya. Satu tahun berjalan justru masih berkutat penyiapan SDM melalui berbagai program pelatihan dan keterampilan," ungkapnya.



Setelah ketemu pormula yang cocok untuk dikembangkan oleh BUMDes, upaya mengembangkan dan memberdayakan masyarakat melalui program BUMDes, hingga akhirnya secara perlahan mulai menampakkan hasil yang positif. Sehingga pada akhir jabatannya di 2017, tidak terasa produk dan hasil keterampilan yang diback-up oleh Bumdes, sudah banyak berhasil dipasarkan.

Kegiatan tersebut semakin banyak membuahkan hasil setelah adanya penyertaan modal dari Dana Desa oleh Kementerian Desa. Sebab semua itu bisa berjalan setelah adanya konsep dan program kerja, baru diturunkan menjadi sebuah lapangan pekerjaan.

"Setelah SDM mumpuni, setidaknya selama tiga hingga 5 tahun, baru prodak dipasarkan dengan skala lebih besar. Pola pemasaran prodak pun melalui BUMDes, sehingga memberikan dampak bagi PADes," terangnya.

Semuanya bisa berjalan denan lancar menurut Erdis Oping panggilan akrabnya ini, harus ada perhatian penuh dari empat aspek. Mulai desa, pengurus BUMDes, Pemerintah dan masyarakat yang harus bersinergi, jalan seiring dan sejalan untuk memajukan BUMDes.

Walaupun untuk Teluksasah yang pengurus BUMDesnya belum ada penopangan dana dan perhatian dari Pemda, namun regulasinya sudah disampaikan ke Pemda Bintan dan provinsi Kepri, minimal pengurusnya diberikan insentif. Sebelum PADes benar-benar mandiri dan sanggup membayar tenaga pengurusnya, mengingat untuk operasionalnya lumayan besar.

Karena maksimal persentasenya pendapatan PADes 35 persen dari pendapatan BUMDes. Namun untuk sementara Desa Teluksasah diterapkan 25 persen.

Untuk terus mendorong dan meningkatkan secara keseluruhan, tidak bisa lepas dari peran pemerintah daerah. Hal yang paling kecil contohnya, pemerintah mengunakan produk yang dibuat oleh masyarakat. Artinya selain memanfaatkan produk lokal juga sudah mendukung serta menciptakan peluang kerja bagi masyarakatnya sendiri.

"Pengurus BUMDes harus jeli dalan menggali potensi pasar dan konsumsi secara umum, seperti kerajinan masyarakat, ada yang unik yang harus diketengahkan, tapi untuk konsumsi atau kebutuhan yang umum dan terjangkau oleh masyarakat umum jelas harus tetap diutamakan," imbuhnya.

Salah satu contoh, produk Tajak di bawah binaan BUMDes Teluksasah, yang waktu dalam sekejab langsung dibeli habis oleh pengunjung, saat kunjungan kerja dan rapat koordinasi Kades se-Kepri di Teluksasah.

Kunjungan Kepala Desa dan anggota Bhabinkamtibmas se-Kepri dan Dinas PMD Kepri dan Bintan, adalah salahsatu bukti bahwa Desa Teluksasah ditunjuk sebagai desa percontohan dalam pergerakan BUMDes.  

Tidak hanya itu, kata Erdis Oping, BUMDes Teluksasah menjadi rujukan sejumlah desa yang ada di Bintan, termasuk masalah program infrastuktur. Karena BUMDes menyiapkan berbagai program mulai berbagai produk  infrasruktur dan lainnya. Serta siap menjadi instruktur dan mendatangkan instruktur desa dari daerah lain yang sudah berhasil.



Keberhasilan Desa Teluksasah lainnya, dibuktikan dengan berbagai prestasi yang diraih, khusus prestasi tingkat nasional. Seperti, Program Kelompok Usaha Bersama (Kube) juara 3 nasional dan pendampingan Kube juara 2 nasional tahun 2016. Selain itu Apresiasi Bunda Paud tingkat nasional dari Kemendikbud RI yang diterima dipenghujung masa jabatannya.  

"Pembinaan  di bidang olahraga, mulai Seni Pencak Silat, Karate, Volly Ball, Futsal, sepakbola anak-anak, Sepak Takraw, terus dilakukan pembinaan, termasuk penyiapan sarana dan prasananya," paparnya.

Ada potensi langsung dipoles, semuanya untuk kegiatan masyarakat yang bisa menambah pendapatan keluarganya. Karena hal tersebut untuk menciptakan peluang kerja melalui pemberdayaan terhadap masyarakat sesuai dengan bidangnya.

"Dulu kita yang selalu melakukan kunjungan kerja alias studi banding ke daerah lain. Saat ini giliran kita dikunjungi oleh tamu dari luar daerah. Semoga ini menjadikan semangat pengurus BUMDes Teluksasah dan inspirasi bagi desa lainnya," harapnya.

Editor: Udin