Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

Stok Obat Masih Kosong di RSUD Embung Fatimah, Tunggakan Gaji Sekuriti Belum Juga Dibayar
Oleh : Yosri Nofriadi
Rabu | 13-12-2017 | 18:26 WIB
RSUD-Embung-Fatimah-Batam1.jpg Honda-Batam
Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Embung Fatimah Batam di Batuaji (Foto: Yosri Nofriadi)

BATAMTODAY.COM, Batam - Pelayanan medis di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Embung Fatimah Batam berjalan normal. Namun, masalah yang ada rumah sakit plat merah itu belum juga teratasi dengan baik.

Masalah stok obat-obatan yang masih banyak kosong dan juga tunggakan gaji petugas keamanan atau sekuriti, hingga saat ini belum juga terselesaikan.

Sunarti, pasien BPJS yang merupakan warga Dapur 12, Sagulung, yang berobat ke salah satu klinik rawat jalan, mengaku harus pulang dengan kecewa sebab obat untuk gangguan pernapasannya disuruh beli di luar.

"Saya dikasih resep oleh dokter. Tanya ke apotik rumah sakit kosong. Makanya mau cari di luar," ujar Sunarti, Rabu (13/10/2017).

Persoalan lain juga disampaikan oleh petugas keamanan rumah sakit. Meskipun tetap bekerja normal, namun tunggakan gaji mereka selama tiga bulan belum juga dibayar sampai siang kemarin.

Padahal sebelumnya manajemen RSUD sudah berjanji akan segera melunasi tunggakan itu dalam kurung waktu satu minggu.

"Sudah seminggu lebih ini, tapi belum juga keluar. Kami masih tunggu ini. Belum ada informasi lagi dari manajemen," ujar Danru Sekuriti RSUD, Sofyanto.



Meskipun demikian, Sofyanto dan teman-temannya yang lain tetap bekerja profesional untuk mengamankan rumah sakit tersebut. "Tetap bekerja kami. Ya berharap agar hak kami segera dipenuhi," ujarnya lagi.

Manajemen RSUD mengakui memang persoalan-persoalan tersebut belum diatasi secara baik. Itu karena situasi keuangan RSUD belum stabil. "Iya masih ada stok obat yang kosong. Tapi perlahan-lahan akan kami lengkapi. Pimpinan lagi terus berusaha," ujar Humas RSUD, Ellin Sumarni.

Begitu juga dengan tunggakan gaji sekuriti, Ellin mengaku belum bisa dipenuhi semua karena belum ada anggaran. "Kami minta bersabar untuk beberapa hari ke depan. Ini lagi diusahakan," tutur Ellin.

Editor: Udin