Seminggu Dirawat di Rumah Sakit

Siswa SMP Permata Harapan Korban Begal di Batuaji Meninggal Dunia
Oleh : Yosri Nofriadi
Jum\'at | 08-12-2017 | 14:50 WIB
koma-setelah-dikeroyok-15-orang1.jpg
Pelajar SMP Permata Harapan Sagulung itu dianiaya oleh kelompok begal di ruko depan SMK Negeri 1 Batuaji Batam, Jumat (1/12/2017) sekitar pukul 24.00 WIB.(Foto: Yosri)

BATAMTODAY.COM, Batam - Pelajar SMP Permata Harapan Batuaji, Heskiel Herianto Pangaribuan (14), warga Perumahan Villa Mukakuning Blok E nomor 5 yang menjadi korban penganiayaan di ruko depan SMK 1 Batuaji Batam akhirnya meninggal dunia, Jumat (8/12/2017 sekitar pukul 09.00 WIB.

Hezkiel anak pertama dari tiga bersaudara pasangan Iwan Pangaribuan dan Even Sirait itu meninggal karena mengalami luka yang cukup serius di bagian pelipis kanan, batok kepala bagian belakang dan pundaknya.

Dia sempat dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Embung Fatimah Batam selama satu minggu sebelum akhirnya meninggal dunia. "Tadi pagi meningalnya di rumah sakit RSUD Embung Fatimah," ujar keluarga korban Ridwan Pangaribuan di rumah duka.

Dari berita sebelumnya, Ayah kandung Hezkiel, Iwan Pangaribuan mengatakan, aksi penganiayaan yang menimpa anaknya itu terjadi Jumat (1/12/2017) lalu sekitar pukul 24.00 WIB.

Kejadian itu bermula saat anaknya itu sedang nongkrong bersama tiga temannya di ruko depan SMKN 1, Batuaji, Batam. Tidak lama kemudian, tiba-tiba datang sekelompok pelaku dan langsung menghampiri Hezkiel bersama temannya itu.

Sekelompok pelaku yang diperkirakan berjumlah 12 orang tampa basa basi langsung membabi buta memukuli Hezkiel tampa ampun.

Ketiga rekan Heskiel pada saat itu juga tak bisa berbuat banyak saat itu, sebab kelompok pelaku lebih banyak. Mereka hanya bisa menyelamatkan diri sambil minta pertolongan kepada warga disekitar.

Kejadian itu sudah dilaporkan ke Mapolsek Batuaji saat itu juga, namun sampai siang kemarin, para pelaku belum diamankan.

Kapolsek Batuaji Kompol Sujoko saat dikonfimasi mengakui adanya laporan itu dan sampai siang kemarin pihaknya masih mengejar para pelaku.

Editor: Yudha


BNN-KEPRI