Pipa Bocor Warga Terkena Imbas, Telat Bayar Meteran Air Dicopot
Oleh : Yosri Nofriadi
Jumat | 08-12-2017 | 10:51 WIB
galon.jpg
Warga terpaksa beli air galon untuk mandi dan lainnya gegera pipa ATB bocor. (Foto: Yosri Nofriadi)

BATAMTODAY.COM, Batam - Suplai air ke sejumlah wilayah Kota Batam sampai Jumat (8/12/2017) pagi ke sejumlah wilayah Kota Batam masih tersendat. Bahkan, sampai pukul 09.30 WIB warga Kavling Saguba, Kecamatan Sagulung masih mengeluh.

Untuk memenuhi kebutuhan air, seperti mandi, mencuci dan lainnya, warga di daerah itu terpaksa merogoh kocek untuk membeli air kemasan galon. Padahal, ketika warga telat membayar rekening air, meteran air langsung dicopot.

Harusnya, menurut warga ada kompensasi dari pihak ATB. Mengingat suplai air terhenti total sejak Kamis (7/12/2017) sore.

"Kita memang paham bocornya pipa itu bukan unsur kesengajaan. Tetapi pihak ATB juga harus paham kondisi warga, ketika telat bayar rekening jangan langsung copot meteran," kata Netri, warga Saguba.

Diberitakan sebelumnya, Pipa distribusi utama ATB diameter 600 mm mengalami kebocoran, Kamis (7/12/2017). Pipa yang berlokasi di persimpangan depan Panbil mall menuju arah Tanjung Piayu tersebut mengeluarkan air dengan kuat.

Kebocoran pipa diketahui sekitar pukul 13.00 WIB. Tim perbaikan langsung bergerak cepat mengisolir area kebocoran pipa.

"Meski berupaya melakukan perbaikan secepat mungkin, kami tetap membutuhkan waktu untuk proses perbaikan. Apalagi pipa bocor berada di bawah jalan beton, kami harus menunggu hingga air terkuras habis dan tidak lagi mengalir dari pipa sehingga pekerjaan dapat dilakukan lebih optimal," ujar Enriqo Moreno, Corporate Communication Manager ATB, dalam rilis yang diterima BATAMTODAY.COM, Jumat (8/12/2017)

Ia menambahkan, meski ATB dapat menyelesaikan perbaikan kebocoran pipa, namun untuk normalisasi suplai air kepada pelanggan memerlukan waktu sedikit lebih lama. Hal tersebut dikarenakan kecepatan normalisasi suplai air tidak sama seperti listrik. Saat pekerjaan selesai dilakukan, air tidak serta merta mengalir ke tempat pelanggan, namun akan mengalir secara bertahap dari tempat terdekat dan terendah ke tempat terjauh dan lebih tinggi.

"Normalisasi suplai tetap bertahap sesuai lokasi pelanggan. Bila ada pelanggan yang kesulitan air akibat kebocoran pipa dapat menelepon call centre kami di nomor 0778-467111," ujarnya.

Editor: Gokli


BNN-KEPRI