Per November 2017, Bintan Miliki 30 BUMDes
Oleh : Harjo
Jum\'at | 08-12-2017 | 09:14 WIB
Apri-ke-desa.jpg
Bupati Bintan, Apri Sujadi mengunungi salah satu desa di Bintan (Foto: ist)

BATAMTODAY.COM, Bintan - Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) Tahun 2018, Transfer Daerah dan Dana Desa Tahun 2018 se Indonesia sebesar Rp766,2 Triliun. DIPA tersebut merupakan bagian dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Tahun Anggaran 2018 yang berjumlah Rp2.220,7 triliun.

Dari anggaran tersebut, Provinsi Kepri menerima Rp6,997 triliun dengan rincian, Pemprov Kepri Rp2,020 triliun, Natuna Rp657 miliar, Anambas Rp606 miliar, Karimun Rp791 miliar, Batam Rp934 miliar, Tanjungpinang Rp611 miliar, Lingga Rp671 miliar dan Kabupaten Bintan Rp702 miliar.

Bupati Bintan, Apri Sujadi, mengatakan bahwa hasil Rakornas Pemerintah Pusat bersama sejumlah Kepala Daerah di Jakarta beberapa waktu lalu bahwa Pemerintah Pusat meminta agar untuk tahun 2018, setiap  Pemerintah Daerah dapat melakukan efisiensi dalam penggunaan anggaran termasuk belanja operasional di Pemerintah Daerah. Pemerintah Pusat juga menginginkan agar Dana Desa dapat digunakan secara swakelola melalui program padat karya di setiap daerah.

"Pemerintah Pusat menginginkan agar Dana Desa bisa digunakan secara swakelola seperti halnya program padat karya yang salah satunya melalui BUMDes," ujarnya melalui rilis di Kantor Bupati Bintan, Kamis (7/12/2017)  

Sementara itu, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa Kabupaten Bintan, Ronny Kartika, mengatakan bahwa per November 2017, Kabupaten Bintan telah membentuk BUMDes sebanyak 30 BUMDes dengan penyertaan modal hampir Rp2,7 miliar.

Menurutnya hal ini menunjukkan hasil yang signifikan setelah pada tahun 2015, Kabupaten Bintan hanya memiliki 3 BUMDes dan tahun 2016 Kabupaten Bintan memiliki 17 BUMDes, dengan penyertaan modal desa sekitar Rp1,2 miliar.

"Sampai saat ini desa yang belum membentuk BUMDes adalah Desa Pengikik, Desa Mentebung, Desa Kampung Melayu, Desa Batu Lepuk, Desa Gunung Kijang dan Pulau Dendun. Untuk tahun 2018, BUMDes kita harapkan lebih berkembang dengan kegiatan swakelola yang nantinya BUMDes bisa menghasilkan sendiri Pendapatan Desa," ujarnya singkat.

Editor: Udin


BNN-KEPRI