Pertahankan Tradisi Cara Membakar Sejak 1992

Hok Lo Pan Bangka Teladan Tetap Disukai Masyarakat Tanjungpinang
Oleh : Mira Dianti Mahasiswa Magang UMRAH di BATAMTODAY.COM
Kamis | 07-12-2017 | 10:02 WIB
Martabak-Bangka-di-Tanjungpinang.jpg
Dengan inovasi topping yang dibuat, saat ini berbagai jenis martabak Bangka tersedia di gerobak dorong miliknya, ada rasa marabak manis, kacang coklat, kacang keju, coklat keju dan jagung coklat (Foto: Mira Dianti Mahasiswa Magang UMRAH di Batamtoday.com)

BATAMTODAY.COM, Tanjungpinang - Martabak, merupakan penganan yang sudah tidak asing bagi masyarakat Indonesia. Adonan tepung yang dicampur dengan gula dan dipanggang dengan mengunakan cetakan ini, menjadikan martabak bercita rasa tersendiri bagi setiap orang yang menikmatinya.

Dari sejarahnya, ternyata martabak manis merupakan makanan khas Bangka yang disebut dengan nama Hok Lo Pan dalam bahasa China. Di Indonesia terdapat dua jenis martabak yaitu, martabak manis dan martabak asin atau sering disebut martabak telur.

Dibakar dengan mengunakan arang, ternyata membuat Hok Lo Pan atau martabak menjadi lebih legit dan enak. Janto (36) pembuat Hok Lo Pan Bangka simpang Teladan, mengaku selama 26 tahun menjual Hok Lo Pan atau Martabak Bangka. Hingga saat ini cita rasa dan kelezatan martabaknya tetap disukai masyarakat.

Kepada wartawan magang BATAMTODAY.COM, di Jalan Pemuda Tanjungpinang cabang Martabak Bangka Teladan miliknya, Janto mengatakan, selain memperhitungkan adonan tepung dan campuran gula dan bahan lainnya, cara memasak Martabak Bangka masih tetap mempertahankan cara tradisional yaitu menggunakan arang.

"Ini tradisi kita dari dulu, walau orang sudah menggunakan gas, tapi kami tetap menggunakan arang untuk memasak Hok Lo Pan," ujarnya belum lama ini.

Maraknya penjual martabak saat ini dengan menggunakan kompor gas tidak membuat Janto mengubah cara memasak martabaknya. Dia tetap konsisten memanggang martabak di dalam nampan pemanggang dengan menggunakan arang.

Dengan menggunakan arang, tambah Janto, martabak yang dujualnya sejak 1992 itu, membuat cita rasa dan kelezatan martabaknya lebih enak.  

"Memasak dengan menggunakan arang selain aromanya yang wangi, rasanya juga lembut dan mendapat ciri khas yang unik dan berbeda." jelasnya.

Pada awalnya, menjual martabak jelas Janto, harga Martabak Bangkanya hanya Rp2.000 per nampan, karena pada saat itu harga gula masih Rp400 per Kilo gram.

"Dulu pembeli juga masih sangat sepi, tapi kami mencoba terus hingga masyarakat suka dan menikmati," ujarnya.

Di Tanjungpinang, Martabak Bangka Teladan miliknya memang sangat terkenal dan Janto merupakan satu-satunya penjual martabak yang menggunakan arang dan buka setiap pukul 17.00 - 22.00 Wib. Dalam satu porsi, Martabak Bangka Teladan milik Janto dijual Rp15.000 - Rp20.000.

Dengan inovasi topping yang dibuat, saat ini berbagai jenis Martabak Bangka tersedia di gerobak dorong miliknya, ada rasa marabak manis, kacang coklat, kacang keju, coklat keju dan jagung coklat.

"Tapi yang paling diminati masyarakat itu, martabak kacang coklat. Dalam satu malam bisa laku 40 bungkus," ujarnya.

Lili (23) salah seorang warga mengatakan, sejak dari anak-anak dirinya sering membeli Martabak Teladan milik Janto. Rasanya yang enak, beda dari martabak yang lain karena dilihat dari segi pembuatan dan cara memasaknya menggunakan arang.

"Jadi lebih wangi, legit dan enak," ujar Lili.

Lili juga mengaku, rasa martabak yang paling disukainya adalah martabak rasa kacang coklat dan keju, karena selain martabaknya lembut harganya juga terjangkau.

Editor: Udin


BNN-KEPRI