Uang Korban Aksi Pecah Kaca Berceceran, Rp100 Juta Lebih Raib
Oleh : Romi Chandra
Kamis | 07-12-2017 | 09:38 WIB
pelaku-pecah-kaca-dipelasah-warga1.jpg
Pelaku pecah kaca mobil yang berinisial MH ini, baru saja datang dari Palembang. Ia beraksi bersama seorang rekannya, IS, yang berhasil kabur (Foto: Romi Candra)

BATAMTODAY.COM, Batam - Pencurian dengan modus pecah kaca mobil yang dialami Arianto, diharapkan bisa menjadi pelajaran untuk masyarakat lainnya, agar bisa lebih berhati-hati saat membawa uang dalam jumlah besar.

Ditemui di Mapolsek Bengkong, Arianto, menceritakan bahwa ia tidak tahu kalau sudah dibuntuti oleh pelaku saat ke luar dari Bank BCA Jodoh. Rencanannya, uang itu akan dimasukkan ke Bank BTN Batam Center untuk melunaskan cicilan rumah.

Namun karena saat itu jam istirahat siang, dia berfikiran Bank tutup. Kemudian ia memilih untuk pergi makan terlebih dahulu di rumah makan dekat Bundaran Madani, yang masih masuk kawasan Bengkong.

Baru saja duduk, ia mendengar alarm mobil berbunyi. "Saya langsung mendekati mobil dan melihat dua orang pelaku, MH dan IS, sudah berada di dekat mobil. Satu pelaku sudah memegang kantong berisikan uang milik saya. Sedangkan satu pelaku lainnya menunggu di atas motor," ingatnya.

Melihat kejadian itu, ia langsung berteriak dan pelaku langsung melarikan diri dengan melawan arus menuju Bundara Madani. Nahas, saat itu juga ada pengendara sepeda motor dari arah berlawanan, sehingga tabrakan terjadi.

"Pelaku jatuh dari motor dan sebagian uang saya berserakan di jalan. Saya juga ikut mengejar. Saya lihat warga sudah banyak di lokasi membantu mengemasi uang saya," lanjutnya.

Sementara, pelaku yang mengendarai sepeda motor, IS, terus berusaha kabur dengan menaiki sepeda motornya ke arah Simpang Gelael. Sedangkan MH lari ke arah Regata sambil memegang kantong plastik yang masih berisi sebagian uang miliknya.

"Setelah mengemasi uang itu, saya langsung mengejar dan ternyata MH sudah diamankan warga. Kantong plastik berisi uang milik saya juga sudah diamankan warga dan diserahkan pada saya," jelasnya.

Saat itu, ia belum menghitung jumlah uangnya. Namun begitu di Polsek, ternyata uang yang awalnya Rp300 juta, hanya tersisa Rp196.060.000 lagi.

"Saya tidak tahu hilangnya di mana. Yang jelas saat itu warga sangat ramai mengumpulkan uang saya," kenangnya.

Sementara Kanit Reskrim Polsek Bengkong, Iptu Tigor Dabariba, mengatakan, sejauh ini pihaknya masih mendalami kasus tersebut. "Kita masih dalami untuk mengejar pelaku lainnya," kata Tigor, singkat.

Editor: Udin


BNN-KEPRI