Kementerian PUPR dan Gubernur Tanam 1.500 Batang Pohon di Dompak
Oleh : Charles Sitompul
Selasa | 28-11-2017 | 14:39 WIB
Tanam-pohon-gub1.gif Promo PKP
Gubernur tanam 1.500 pohon di Dompak. (Foto: Istimewa)

BATAMTODAY.COM, Tanjungpinang - Hari Bhakti Dinas PU ke-72 dan Hari Penanaman Pohon Nasional, Gubernur Kepulauan Riau Nurdin Basirun bersama Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) dengan pejabat dan instansi lainya, melakukan penanaman pohon di Embung Pulau Dompak, Istana Kota Piring, Tanjungpinang, Selasa (28/11/2017).

Gubernur Nurdin Basirun juga mengajak seluruh masyarakat untuk menanamkan sikap menjaga kelestarian bumi, karena menurutnya, ?kelestarian harus dijaga untuk kelangsungan kehidupan generasi penerus dan anak cucu dikemudian hari.

"Kepekaan kita terhadap kelestarian lingkungan, harus terus ditingkatakan, dan penanaman pohon yang dilakukan saat ini, akan dirasakan manfaatnya pada 20 sampai 30 tahun mendatang," ujarnya.

Nurdin melanjutkan kepada para stakeholder terkait dalam membangun perlu membuat perencanaan yang sesuai pula dengan kultur yang ada diwilayah khususnya di Kepri.

"Jangan merencanakan membangun 5 Hektar di bebaskan lahannya namun hanya digunakan sebanyak 2 Hektar," ujarnya.

Banyaknya bencana dibumi saat ini tambah Nurdin, merupakan teguran dari Allah yang seharusnya dari semua pihak, hingga tidak bersikap sombong di bumi. "Mari bersama kita jaga bumi kita untuk jangka waktu kedepan,"sambungnya lagi.

Sementara itu mewakili Menteri PUPR, Direktur Perencanaan Penyediaan Perumahan, Ditjen Penyediaan Perumahan Hardi Simamora dalam sambutannya mengatakan, bahwa kegiatan Hari Ahiaksa dan Penanaman Pohon Nasional itu, dilaksanakan dan diperingati secara serentak di seluruh provinsi, dan dipusatkan di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).

Tema yang kita usung dalam kegiatan Hari Bhakti PU dan Penanaman Pohon Nasional, Tambah Hardi Simamora, adalah "Gerakan Peduli Mitigasi Bencana" yang bermakna bahwa saat ini yang menjadi penyebab utama terjadinya bencana alam di Indonesia adalah penyempitan badan air, alih fungsi lahan, sedimentasi, hilangnya mata air, dan pengelolaan sampah yang belum dilakukan dengan baik.

"Menanam pohon yang kita lakukan saat ini, adalah upaya menyelamatkan bumi, menghemat dan menumbuhkan mata air yang baru," ujarnya.

Dalam laporannya Kepala Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatera IV Ismail Widadi mengatakan lokasi yang saat ini dijadikan penanaman pohon yakni Embung Pulau Dompak yang dibangun pada 2011 lalu tersebut merupakan lokasi yang tepat guna konservasi sumber daya air.

Diharapkan, dengan penanman pohon di daerah Embung Dompak itu akan menjadi sumber air di Pulau Dompak. Embung Dompak sendiri, merupakan proyek Kementeriaan PUPR, yang mampu menampung air lebih kurang 9.000 Meter Kubik, dan hingga saat ini belum dilimpahkan kementerian ke Kepemerintah daerah.

"Untuk Kepri sendiri dialokasikan sebanyak 2.500 pohon dengan rincian 1.500 di Embung Pulau Dompak dan 1.000 di Embung Pulau Raya Batam," ujar Ismail.

Hadir pada kesempatan tersebut Sekretaris Ditjen Cipta Karya Kementerian PUPR Rina Agustin Indriani, Kepala Dinas Kesehatan Tjetjep Yudiana, Kepala Dinas Kelautan Eddy Sofyan, Kepala Biro Layanan Pengadaan Misbardi dan Kepala Biro Humprohub Nilwan beserta tamu undangan lainnya.

Editor: Yudha


BNN-KEPRI