PKP

Dari Rujak Buah 'Anakku Bisa Sarjana'
Oleh : Redaksi
Rabu | 22-11-2017 | 11:02 WIB
rujak.jpg honda-batam
Nyison (55), penjual rujak buah di pasar Raya Bintan 21 Tanjungpinang. (Foto: Feby Novianti Utamai)

Penulis: Feby Novianti Utamai, mahasiswa magang di BATAMTODAY.COM dari UMRAH Tanjungpinang.

BATAMTODAY.COM, Tanjungpinang - Tekat dan keyakinan serta keuletan dalam bekerja, sepertinya menjadi 'resep' dan cara bagi Nyison (55) atau sering disebut Pak De Rujak untuk meraih sukses menghidupi keluarga. Bahkan, ia juga menyekolahkan anaknya hingga ke jenjang pendidikan sarjana.

Dengan bermodalkan gerobak mini serta berbagai macam buah dan racikan sambal gula jawa, Pak De Nyison setiap hari mangkal untuk menjajakan rujak buahnya di Jalan Ir Sutami, pasar Raya Bintan 21 Tanjungpinang.

Kepada Feby Novianti Utamai, wartawan magang BATAMTODAY.COM, Pak De Rujak ini mengatakan, kerja keras, percaya diri, tekun dan rajin dibarengi keyakinan kepada Allah SWT, segala yang dikerjakan akan berbuah manis dan memperoleh rezeki.

"Untuk menjemput rezeki, kita tidak boleh putus asa, harus percaya diri, rajin dan tekun, maka Allah akan memberinya," ujarnya saat ditemui di Pasar Raya Bintan 21 Tanjungpinang pada Sabtu (18/11/2017).

Pria asal Pulau Jawa ini melanjutkan, usaha kecil rujak buah yang ditekuninya itu, awalnya dimulai pada 1980 tahun lalu. Kala itu, pria kelahrian 1962 ini masih berusia 22 tahun.

Bersama dengan isterinya, Pak De Rujak nekat berhenti kerja dari perusahaan dan membeli sebuah gerobak untuk berjualan.

Selain ingin berusaha sendiri, ayah dari Anes ini juga memiliki tekat 'dari pada bekerja pada majikan, lebih baik menjadi majikan sendiri' dengan melakoni usaha kecil jualan rujak yang dibuatnya.

"Untuk modal awal, saya menghabiskan Rp3,2 juta. Untuk membeli gerobak, kemudian buah-buahan, gula merah dan bahan dapur membuat sambal rujaknya," jelas pria berusia 55 tahun itu.

Dibantu oleh isterinya, lokasi pasar Raya Bintan 21 yang dulu merupakan kawasan Bioskop Sinema 21 di Jalan Ir Sutami Kawasan Suka Berenang, menjadi lokasi yang dipilih untuk menjajakan rujak olahannya itu.

"Awalnya memang sepi, dan pembeli paling hanya pengunjung Bioskop, tetapi harus tetap disyukuri," katanya.

Tak lama kemudian, katanya, pembeli semakin banyak dan bahkan sejumlah orang makin tahu, kalau dirinya si penjualan rujak di sana. Bahkan saking terkenal, Nyison jadi sering dipanggil Pak De Rujak.

Dengan untung penjualan bersih Rp100 ribu/hari,Pak De Rujak dan isterinya dapat membangun rumah serta membiayai anaknya sekolah ke unversitas.

Anak pertamanya Anes, saat ini telah lulus S1 Ilmu Kesehatan dari salah satu Universitas Perguruaan Tinggi di Tanjungpinang. "Dari usaha rujak ini, anakku bisa sarjana," ujar Pak De Rujak ini bangga.

Saat ini, katanya, Anes telah bekerja di PT Pelayanan Tanjungpinang. Sedangkan anak keduanya Okta, masih duduk di bangku salah satu SLTA di Tanjungpinang.

Dengan kerja kerasnya berjualan rujak buah, Pakde Rujak mengaku, juga dapat mendirikan rumahnya sendiri, yang terbilang mewah di Jalan Hutan Lindung Tanjungpinang.

Kini usaha rujak Pak De Nyison dengan gerobak lusunya sudah berjalan 35 tahun. Namun, dia masih seperti yang dulu dan tetap mangkal berjualan rujak di depan Supermarket pasar Raya Bintan 21.

Sekarang ini, tambah Nyison, banyak pelanggan setianya yang terus datang membeli rujak buah buatanya. Hal itu dikarnakan cita rasa rujak Pak De Nyison dari tahun 80-an sampai sekarang masih tetap terjaga kelezatannya.

Risti, salah satu warga di pasar Raya Bintan 21 mengaku, telah berlangganan rujak buah pada Pak De tersebut sejak lama. Menurutnya, cita rasa kelejatan rujak buahnya tidak berubah.

"Saya sering membeli rujak Pak De ini dari dulu, karna cita rasa yang tidak berubah, harganya pun sangat relatif murah, hanya Rp12 ribu/porsi. Kita sudah mendapatkan rujak dengan buah-buahnya yang potongnya lumayan besar," aku Risti, yang saat itu membeli rujak Pak De Nyison.

Editor: Gokli