Bagi yang Bisa Buktikan soal Kerugian Negara Rp 2,3 Triliun

Fahri Bikin Kuis Berhadiah Sepeda dan Sepeda Motor Terkait Kasus e-KTP
Oleh : Irawan
Rabu | 15-11-2017 | 16:14 WIB
fahri_hamzah6.jpg
Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah

BATAMTODAY.COM, Jakarta - Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah mengadakan kuis mirip yang dilakukan Presiden Joko Widodo (Jokowi) berhadiah sepeda. Namun, yang diberikan Fahri bukan sebuah sepeda, melainkan sebuah sepeda dan sepeda motor plus dengan helmnya.

Jika pertanyaan kuis yang dilontarkan Presiden Jokowi seputar masalah Pancasila, pulau-pulau, lagu, budaya daerah dan lain-lain, sebaliknya pertanyaan yang diberikan Fahri berbeda jauh. Pertanyaan yang diberikan adalah seputar dokumen tentang kerugian negara Rp 2,3 triliun dalam kasus e-KTP (Kartu Tanda Penduduk Elektronik).

Ide untuk memberikan hadiah sebuah sepeda dan sepeda motor ini berawal dari diskusi Forum Legislasi bertema tentang 'Pansus Angket Apa Lagi?' di Media Center DPR di Jakarta, Selasa (14/11/2017), saat menjawab pertanyaan wartawan.

Kuis e-KTP berhadiah sepeda motor plus helm itu kemudian dia posting di akun Twitter dan Facebook miliknya. Bahkan Fahri mengaku telah menitipkan kuis berhadiah sepeda motor tersebut ke Presiden Indonesia Lawyer Club (ILC) Karni Ilyas yang tengan membahas masalah Setya Novanto dan KPK pada Selasa malamnya. Ia menitip kuis soal kerugian negara Rp 2,3 triliun itu agar dijawab KPK.

Fahri mengaku tidak bisa menghadiri undangan ILC karena ada kegiatan di tempat lain yang tidak bisa ditinggalkan. kepada pembawa acara program ILC karnia Ilyas.

"Maaf bang Karni Ilyas gak sempat hadir di ILC, tapi aku titip quiz boleh gak? Tadi aku sudah sampaikan di Pressroom DPR. Siapa yang punya dokumen tentang kerugian negara 2,3 T dalam kasus e-KTP hasil audit resmi maka saya akan kasih sepeda," kata Fahri.

Fahri yang dikenal garang kepada KPK ini menyampaikan, bagi yang sanggup membuktikan kebenaran pernyataan komisioner KPK tesebut, silahkan minta difollow-up. Bahkan, tak segan-segan dirinya menaikan hadiah kalau yang mampu menjawab dengan disertai cara menghitungnya.

"Plus helm, tambah motor. Jadi sepeda, helm, motor bebek, jika bisa kasi saya dokumen perhitungan kerugian negara dalam kasus e-KTP. Kalau Prof Mahfud MD ketemu dokumen perhitungan kerugian negara Rp 2,3 triliun, saya kasi 2 sepeda. Febri kan pejabat KPK, kalau dia bisa tunjukkan ke saya dokumen perhitungan kerugian negara, saya kasih helm 2 buah,” katanya.

Kepada lembaga BPKP, Fahri juga meminta agar jangan lembaga itu diam saja, tapi harus bisa meunjukan audit kerugian negara Rp 2,3 triliun kasus e-KTP itu.

"BPKP jangan diam saja. Anda admin kalau bisa menunjukkan audit kerugian 2,3 T kasus EKTP, saya kirim martabak," kata politis PKS ini.

Seperti diketahui, Juru Bicara Komisi Pemberantasan Korupsi atau KPK, Febri Diansyah mengungkapkan hingga saat ini kerugian dana akibat kasus dugaan korupsi KTP elektronik atau e-KTP mencapai Rp 2,3 triliun

Dia juga mengatakan bahwa kerugian negara tidak hanya pada aliran dana saja, namun juga pada berkurangnya aset dan keuangan negara atas korupsi yang dilakukan bersama-sama.

Editor: Surya


BNN-KEPRI