Dana Penyelenggaraan Asian Games Baru Terkumpul Rp2 Triliun
Oleh : Redaksi
Rabu | 15-11-2017 | 10:26 WIB
Eric-Tohir.jpg
Ketua Pelaksana Inasgoc Erick Thohir. (Inasgoc)

BATAMTODAY.COM, Jakarta - Panitia Penyelenggara Asian Games 2018 (Inasgoc) mengaku baru berhasil mengumpulkan dana Rp2 triliun untuk event olahraga terakbar se-Asia itu.

Hal ini dikatakan Ketua Inasgoc Eric Thohir saat acara penandatanganan kontrak kerja sama dengan Pocari Sweat dan Soy Joy yang menjadi sponsor resmi Asian Games 2018.

"Sampai saat ini dana yang terkumpul sebesar Rp2 triliun," kata Eric Thohir di Wisma Serba Guna, Senayan, Jakarta, Selasa (14/11/2017).

Menurut Eric, angka tersebut masih jauh dari total anggaran penyelenggaraan Asian Games 2018 yang sebesar Rp5,6 triliun. Jumlah itu belum termasuk biaya untuk atlet dan mempersiapkan venue pertandingan.

Meski begitu, dia optimistis dana yang terkumpul akan bertambah karena proses negosiasi dengan jenama atau produk lain sedang berjalan. Belum lagi negosiasi soal penjualan hak siar dengan stasiun televisi di Jakarta Convention Center(JCC) tadi malam.

"Malam ini kami broadcast meeting di JCC dengan banyak stasiun televisi dari dunia. Kira-kira apa nih siaran yang extraordinary dari Indonesia untuk mereka," kata Eric.

Eric sendiri saat ini belum mau menjelaskan secara rinci soal komposisi pembiayaan penyelenggaraan event Asian Games 2018, termasuk berapa persen proporsi pendanaan dari pemerintah.

Ia mengatakan bahwa target untuk mendapat dana dari sponsor sebesar Rp1,1 triliun rupiah. Eric juga tak mau membeberkan berapa jumlah dana dari sponsor yang sudah terkumpul hingga saat ini.

"Presentasinya berapa? Nanti tunggu dulu. Pada bulan Januari atau Februari atau 3 bulan sebelum acara akan saya jelaskan. Sekarang sedang dihitung dahulu karena ada yang dalam bentuk barang," ujar dia.

Efisiensi

Sebagai informasi, biaya penyelenggaraan Asian Games 2018 sebesar Rp5,6 triliun sebenarnya sudah dikurang. Menurut Eric, total anggaran awalnya adalah Rp8,7 triliun.

Kata dia, angka itu lebih besar dari biaya penyelenggaraan Asian Games Incheon, Korea Selatan 2014. Hal ini dikarenakan event di Indonesia diselenggarakan pada dua kota, yakni Jakarta dan Palembang.

"Di Incheon itu Rp 5 triliun lebih. Sekarang di Indonesia lebih mahal karena selain di dua kota, juga karena ada 40 cabang olahraga dengan total 462 pertandingan atau event," jelas Eric.

Salah satu bentuk efisiensi yang dilakukan, lanjut dia, adalah dengan tidak menyelenggarakan Youth Asian Games dan menggantinya dengan tes event atau Road to Asian Games. Acara yang akan berjalan pada Februari - Maret 2018 ini mempertandingkan 9 cabang olahraga.

"Saya sangat berterima kasih kepada OCA yang telah mendukung kebijakan tersebut," kata Eric.

Pada acara penandatangan kontrak kerja sama itu, selain Otsuka Pharmaceutical Co dengan produk Pocari dan Soy Joy, Inasgoc menandatangani juga kontrak kerja sama dengan Tissot.

Jenama jam tangan dari perusahaan Swiss Timing itu menjadi sponsor resmi Asian Games 2018 dengan nilai kontrak kerja sama sebesar 12 juta dollar AS.

Sementara itu, angka total kontrak kerja sama dengan Otsuka mencapai 7 juta dollar AS, terdiri atas tunai 5 juta dollar AS dan 2 juta dollar AS berupa produk.

Sumber: Kompas.com
Editor: Gokli


BNN-KEPRI