Digelar di Bintan, RDM Kesempatan Emas Bangkitkan Ekomomi Kepri
Oleh : Irawan
Rabu | 15-11-2017 | 08:38 WIB
DPD-RI,-Darmayanti-Lubis1.jpg
Wakil Ketua DPD RI, Darmayanti Lubis saat memberikan keterangan kepada sejumlah wartawan (Foto: ist)

BATAMTODAY.COM, Tanjungpinang - Regional Diplomatic Meeting (RDM) yang diselenggarakan Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI di Lagoi, Kabupaten Bintan, harus menjadi kesempatan emas bagi Pemerintah Provinsi Kepri dalam dalam menarik investor untuk membangkitkan ekonomi.

Kegiatan yang diinisiasi oleh Badan Kerja Sama Parlemen DPD RI ini akan dimanfaatkan semaksimal mungkin sebagai jembatan komunikasi antara daerah dengan negara-negara luar untuk dapat berinvestasi di daerah.

Gubernur Kepri Nurdin Basirun pun menilai kegiatan RDM tersebut merupakan upaya DPD RI sebagai wakil daerah dalam memperjuangkan aspirasi daerah. Kegiatan tersebut dianggap dapat menjadi jalan bagi Provinsi Kepulauan Riau agar dilirik oleh negara-negara luar dan menanamkan investasi mereka untuk pembangunan di Kepulauan Riau.

"Negara-negara luar biar bisa melihat langsung potensi di Kepri yang sangat menjanjikan untuk investasi, apakah industri, pariwisata, termasuk jasa," ujar Nurdin dalam rilisnya, setelah jamuan makan siang dengan BKSP DPD RI di Gedung Daerah Tanjungpinang, Selasa (14/11/2017).

Dirinya juga mengapresiasi DPD RI yang menjadikan Bintan, Kepulauan Riau, sebagai tuan rumah kegiatan Regional Diplomatic Meeting.

Ia berjanji akan memanfaatkan kesempatan tersebut untuk menjalin kerja sama investasi dengan diplomat yang datang dalam kegiatan tersebut.

"Saya berterima kasih kepada Ketua DPD Pak OSO yang secara spontan menempatkan Kepri sebagai tuan rumah. Makanya kita upayakan semaksimal mungkin bisa menampilkan yang terbaik," imbuhnya.

Sementara Wakil Ketua DPD RI, Darmayanti Lubis, mengatakan kegiatan RDM merupakan salah satu bentuk perjuangan DPD RI dalam pembangunan daerah. Melalui kegiatan ini, diharapkan daerah secara langsung dapat mempromosikan daerah mereka kepada para diplomat agar mau berinvestasi di daerah mereka masing-masing.

"Ini merupakan event kedua yang tujuannya bagaimana kita memperkenalkan daerah ke para diplomat. Kita tidak mau diplomat datang cuma bertamu atau beraudiensi. Tapi kita mau (diplomat-red) punya manfaat buat negara kita," kata Senator dari Sumatera Utara ini.

Ketua BKSP DPD RI, Bahar Ngitung, menambahkan, melalui kegiatan ini diharapkan terbangun komunikasi langsung antara daerah dan negara-negara luar. Antara daerah dan diplomat dapat menemukan peluang kerja sama dan investasi yang berbagai sektor yang dianggap saling menguntungkan.

"Diharapkan terjalin komunikasi yang lebih erat antara daerah dan luar negeri. Dengan demikian masing-masing pihak bisa menemukan peluang-peluang baru bagi kerja sama dan investasi di berbagai sektor yang saling menguntungkan," ungkapnya.

Bahar Ngitun menjelaskan, ini akan dihadiri oleh 8 kedutaan negara sahabat, 24 perwakilan provinsi dan 22 anggota DPD RI. Sedangkan alasan untuk memilih Kepulauan Riau sebagai tuan rumah, kata senator dari Sulawesi Selatan ini, merupakan bentuk perhatian khusus DPD RI dalam memajukan daerah kepulauan.

"Sekalipun Kepri berada di ujung dari daerah, tapi pimpinan mengambil kebijakan kita harus memperhatikan kepulauan. Kepulauan merupakan potensi Indonesia yang harus dikembangkan. DPD menjadi jembatan aspirasi bagi daerah, dan kita harap pertemuan ini ada interaksi antara pemprov dengan para diplomat," ucap senator yang akrab dipanggil Obama ini.

Editor: Udin


BNN-KEPRI