Ketua DPD-RI Berhalangan Hadir

Tujuh Diplomat Negara Luar dan 22 Gubernur Bersama DPD-RI Hari Ini Gelar RDM di Lagoi Bintan
Oleh : Charles Sitompul
Selasa | 14-11-2017 | 19:14 WIB
diplomat-dalam-dan-luar-negeri-di-Kepri.jpg
DPD-RI bersama 7 diplomat perwakilan negara sahabat, dan 22 Gubernur se-Indonesia, berfose bersama di Gedung Daerah Tanjungpinang (Foto: Charles Sitompul)

BATAMTODAY.COM, Tanjungpinang - Sebanyak 7 pejabat Diplomatik negara luar dan 22 Gubernur Provinsi di Indonesia bersama 32 orang anggota Dewan Perwakilan Daerah Repbulik Indonesia (DPD-RI) perwakilan sejumlah wilayah, hari ini akan mulai menggelar pertemuan Regional Diplomatik Meeting (RGD) di Hotel Nirwana Garden Kawasan Wisata Lagoi Bintan Provinsi Kepri, Selasa (14/11/2017).

Pertemuan RGD pejabat Diplomatik sejumlah negara luar bersama Kepala Daerah Provinsi dan DPD-RI ini, akan dibuka wakil ketua DPD-RI, Darmayanti Lubis, menggantikan Ketua DPD-RI, Oesman Sapta Odang, yang berhalangan hadir.

Wakil Ketua DPD-RI, Darmayanti Lubis, mengatakan bahwa tujuan dari RGD antara pejabat diplomatik sejumlah negara sahabat bersama Kepala Daerah Provinsi di Indonesia ini sengaja dilakukan DPD-RI sebagai aspirasi dan sarana kepala daerah provinsi dengan Diplomatik luar, dalam memperkenalkan potensi serta produk dan investasi daerah kepada para diplomatik sejumlah negara tersebut.

"DPD-RI sebagai fasilitator, dan dengan diundangnya seluruh Kepala daerah provinsi, dalam pertemuan ini nantinya akan ada intraksi dan promosi sejumlah produk dan investasi masing-masing daerah, kepada sejumlah diplomat perwakilan negara luar yang hadir, sehingga dapat ditindaklanjuti dengan kerja sama di kemudian hari," ujarnya pada wartawan di Gedung Daerah Tanjungpinang.

Senator DPD-RI asal Sumatera Utara ini juga mengharapkan, melalui pertemuan Regional Diplomatic Meeting (RDM) yang menghadirkan sejumlah diplomat negara sahabat itu, diharapkan akan bermanfaat bagi Indonesia dalam mendongkrak ekonomi dan pembangunan investasi.

"Melalui pertemuan ini nantinya akan akan terjalin kerja sama dalam pemasaran produk, investasi dan promosi wisata di sejumlah daerah di Indonesia. Dan pertemuan RDM ini sengaja difasilitasi DPD-RI sebagai kebijakan agar setiap daerah bisa memasarkan produk dan potensi daerahnya dengan lebih efektif, dan langsung terhubung dengan para diplomat sejumlah negara sahabat," ujarnya.

Pertemuaan RDM sebagaimana yang dilaksanakan di Kepri itu, ke depan juga akan dilaksanakan DPD-RI secara rutin dan bergilir pada daerah lain di Indonesia.

"Kenapa hari ini dilakukan di Kepri, karena menurut DPD-RI selain sebagai daerah perbatasan, geliat peluang investasi dan Pariwisata Kepri sangat bagus, sehingga perlu diperlihatkan kepada para diplomat dalam Forum RDM yang dilakukan di Lagoi nanti," jelasnya.



Sementara itu, Ketua Pelaksana RDM DPD-RI, Bahar Ngitung, mengatakan bahwa isu krusial yang akan diangkat dalam RGD DPD-RI bersama pejabat Diplomatik negara sahabat dan sejumlah Kepala Daerah Provinsi di Indonesia itu akan mengangkat seluruh potensi yang dimiliki masing-masing provinsi di Indonesia, dalam meningkatakan kerja sama ekonomi, investasi serta pariwisata.

"Sebenarnya DPD-RI di sini hanya sebagai jembatan aspirasi bagi daerah untuk dapat terhubung langsung dengan sejumlah pejabat diplomatik negara lain. Dan melalui Regional Diplomatik Meeting ini akan ada intraksi antara Diplomat dengan Pemerintah Provinsi, dalam memperkenalkan keunggulan produk, investasi serta sektor pariwisata masing-masing daerah," ujarnya.

Senator DPD-RI asal Sulawesi Selatan ini juga mengatakan, jika seluruh daerah maju, maka negara Indonesia akan maju. DPD-RI sebagai perwakilan daerah tambah Bahar Ngitung, akan terus mendorong dan memperjuangkan masing-masing daerah yang diwakili untuk terus maju dalam sektor pembangunan yang tentunya juga menyejahterakan masyarakat.

"Mengapa kami memilih Kepri, karena Kepri yang merupakan daerah kepulauan, memiliki banyak potensi, seperti obyek wisata dan investasi yang layak diperkenalkan kepada seluruh Diplomat negara sahabat dalam pertemuan RDM ini," jelasnya.

Bahar juga mengatakan, sekalipun Kepri memang berada pulau terujung Indonesia dan merupakan daerah terluar Indonesia yang terdiri dari ratusan pulau, namun Ketua DPD-RI mengambil kebijakan agar senator DPD-RI memperhatikan daerah kepulauan ini.

"Selama ini daerah Kepuluan selalu merasa terpinggirkan dan melalui pertemuan seperti ini, diharapkan akan dapat mengangkat potensi daerah Kepulauaan Riau sebagai bagian dari Indonesia yang harus dikembangkan," tegasnya.

Sebelum bertolak ke Kawasan Wisata Lagoi-Bintan, DPD-RI bersama 7 diplomat perwakilan negara sahabat, dan 22 Gubernur se-Indonesia, juga dijamu makan siang di Gedung daerah oleh Gubernur Kepri, Nurdin Basirun, bersama sejumlah pejabat di Provinsi Kepri.

Editor: Udin


BNN-KEPRI