Pisah Sambut Dokter PIDI Angkatan IV 2016 dan Angkatan IV 2017

Gubernur Kepri Inginkan Dokter Spesialis dari Anak Tempatan
Oleh : Charles Sitompul
Selasa | 14-11-2017 | 14:02 WIB
Dokter-interenship1.gif
Pisah Sambut Peserta Program Interenship Dokter Indonesia (PIDI) Angkatan IV tahun 2016 dan Angkatan IV tahun 2017 di Aula Wan Sri Beni, Kantor Gubernur Kepulauan Riau, Dompak, Tanjungpinang, Selasa (14/11/2017).

BATAMTODAY.COM, Tanjungpinang - Gubernur Kepri H. Nurdin Basirun mengatakan kebutuhan dokter yang akan memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat di Kepulauan Riau cukup tinggi. Terlebih para dokter spesialis.

Tingginya kebutuhan tenaga dokter di Keri, khususnya dokter spesialis, disampaikan Nurdin saat menghadiri acara pisah sambut peserta 'Program Interenship Dokter Indonesia (PIDI) Angkatan IV tahun 2016 dan Angkatan IV tahun 2017' di Aula Wan Sri Beni, Kantor Gubernur Kepulauan Riau, Dompak, Tanjungpinang, Selasa (14/11/2017).

"Kepri ini kekurangan dokter spesialis, kalau bisa dokter spesalis kita ambil dari anak tempatan karena mereka lebih paham kondisi geografis Kepri sehingga pastinya lebih betah dan tak ingin pindah ke daerah lain. Dokter spesailis tersebut nantinya bukan dokter spesalis biasa tapi dokter yang hafal Al-Qur’an 30 juz," ungkapnya.

Menyadari posisi strategis para tenaga dokter dalam pelayanan kesehatan, Gubernur sangat mengharapkan peserta PIDI dapat meningkatkan profesionalismenya seiring dengan peningkatan akhlak dan empati dalam melayani.

Tidak dapat ditampik, bahwa dapat dikatakan tingkat kepuasan masyarakat dalam pelayanan kesehatan di negeri ini masih relatif rendah. Akibatnya, tidak sedikit dari masyarakat yang mampu mencari pelayanan kesehatan ke negara tetangga.

"Tentunya, hal ini merugikan dan membebani masyarakat kita. Kita tidak ingin kejadian ini berlanjut terus. Oleh karena itu adalah merupakan tugas kita semua khususnya para dokter untuk memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat," ujarnya.

"Kita ingin Indonesia berdaulat dari segala macam aspek, bukan hanya aspek ekonomi tapi juga harus berdaulat dari aspek kesehatan."

Lebih lanjut Nurdin berharap kepada peserta PIDI yang baru dapat menyelesaikan masa interenship dengan sebaik-baiknya.

"Selamat datang kepada peserta PIDI yang baru, dan terima kasih banyak kepada para dokter yang telah menyelesaikan program ini. Untuk dokter yang baru mengikuti program ini saya berpesan bekerjalah dengan sepenuh hati, cintai tugas dan pekerjaan anda serta ikhlaslah dalam berbuat. Berikan pelayanan kesehatan yang terbaik bagi masyarakat Kepri," ujar Gubernur Kepri ini.

Sementara Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kepri Tjetjep Yudiana dalam laporannya menyebutkan, 108 peserta dokter interenship angkatan IV tahun 2016 yang ditempatkan di wilayah Provinsi Kepulauan Riau berhasil menyelesaikan masa penugasan dengan baik.

Seluruh peserta, sambungnya, diberikan rekomendasi penerbitan Surat Tanda Selesai Internship untuk pengurusan Surat Tanda Registrasi (STR) ke Konsil Kedoketarn Indonesia. Selanjutnya PIDI angkatan IV tahun 2017 berjumlah 99 orang akan ditempatkan di berbagai wilayah di Provinsi Kepri.

Pihaknya berharap peserta PIDI yang baru merasa betah, aman dan nyaman di Kepri dalam menjalankan tugas. Kedatangan dokter internship ini sangat membantu dalam memperkuat dan mengisi kekurangan tenaga dokter pada fasilitas pelayanan kesehatan, baik yang difasilitas pelayanan kesehatan dasar maupun rujukan.

"Semoga pada periode berikutnya jumlah peserta internship di Provinsi Kepri dapat ditambah khususnya untuk didistribusikan ke daerah-daearh terpencil yang sangat membutuhkan seperti Kabupaten Natuna, Lingga dan Kepulauan Anambas," tutup Tjetjep Yudiana.

Turut hadir pada acara ini Wakil Ketua KIDI Pusat dr. Wawang S. Sukaria, Sp.OG, Ketua KIDI Provinsi Kepri, Kepala RSAL Kota Tanjungpinang dan para Dokter Pendamping.

Editor: Yudha


BNN-KEPRI