Bunda Tagana Anambas Dikukuhkan

Tagana Harus Terdepan dalam Setiap Penanggulangan Bencana
Oleh : Charles Sitompul
Selasa | 14-11-2017 | 13:26 WIB
Tagana-Anambas1.gif
Pengukuhan Tagana Anambas. (Foto: Istimewa)

BATAMTODAY.COM, Anambas - Bunda Taruna Siaga Bencana (Tagana) Provinsi Kepri Hj. Noor Lizah Nurdin mengukuhkan Bunda Tagana Kabupaten Kepulauan Anambas yang diketuai Heriana Abdul Haris.

Pengukuhan Bunda Tagana Anambas ditandai dengan pemasangan selempang Tagana oleh Noor Lizah Nurdin kepda ketua Bunda Tagana Anambas Heriana Abdul Haris pada Apel Penutupan Pemantapan Kesigapan Tagana, di Lapangan Sulaiman Abdullah Tarempa, Kepulauan Anambas, Senin (13/11/2017).

Bunda Tagana Kepri Noor Lizah Nurdin dalam sambutannya menekankan, Tagana Anambas hendaknya jangan hanya sebagai simbol. Tetapi harus dapat turun langsung ke lokasi bencana dan menjadi yang terdepan dalam setiap penanggulangan bencana di Anambas.

"Proses penanggulangan bencana yang saat ini masih dianggap pekerjaan yang sia-sia, opini-opini yang datang tersebut harus mampu dikikis dengan cara yang cerdas, dengan pendekatan keilmuan serta kegiatan yang bersifat nyata yang melekat serta melembaga," ujar Noor Lizah.

Ditambahkan, bencana bukanlah sesuatu hal yang diharapkan setiap orang, namun perlu kesiapan, kesigapan dalam penanggulannnya. Peran fungsi Tagana pada masyarakat juga perlu dilakukan, agar masyarakat dapat memahami tugas dan fungsi Tagana sebagai pembantu masyarakat.

"Ini merupakan tugas kita bersama, dan bukan hanya pemerintah saja, di tingkat masyarakat perlu diberi pemahaman. Untuk itu, Tagana dituntut untuk selalu siap siaga sebelum maupun sesudah bencana terjadi, dan sekaligus harus menjadi frontliner dalam menanggulangi bencana di masyarakat," ujar istri Gubernur Kepri itu.

Sementara Wakil Bupati Anambas Wan Zulhendra selaku pembina apel penutupan acara mengatakan bahwa Tagana merupakan relawan sosial yang dilatih dan difasilitasi dalam penanggulangan bencana yang diharapkan mampu menjadi bagian paling depan ditengah-tengah masyarakat dalam menanggulangi bencana.

"Tagana bukan hanya relawan biasa namun merupakan relawan yang tanggap dan sigap dalam menanggulangi bencana, maka sudah sepantasnya para anggota Tagana harus memiliki sikap sosial yang tinggi yang menjadi modal berharga dalam pelaksanaannya dilapangan nanti," ujar Wan Zulhendra.

Sebanyak 65 orang peserta Tagana yang mengikuti kegiatan ini yang berasal dari 7 Kecamatan di Kabupaten Anambas yang dilaksanakan selama 3 hari pada 11-13 November 2017 yang pembukaannya langsung dibuka oleh Bupati Anambas Abdul Haris.

Dalam Laporannya Kepala Dinas Sosial Kabupaten Anambas Yendi mengatakan berbagai rangkaian kegiatan sudah dilaksanakan antara lain: Pembukaan, Materi manajemen pengungsian, layanan dampingan psikososial, Manajemen Musdalog, Manajemen logistik, Manajemen dapur umum, Praktek Rescure darat dan Praktek shelter dapur umum serta logistik. Dengan mengundang narasumber yang berasal dari Kementrian Sosial RI yakni Hartono dan Ade Hermawan, serta dari Pihak Provinsi Kepri Muhammad Tegar dan Tim outbond Marjoni.

"Ucapan terimakasih yang sebesar-besarnya atas sumbangsih dari para narasumber yang memberikan materi yang dapat dijadikan bekal bermanfaat bagi para kader Tagana di Anambas ini," ujar Yendi.

Acara sendiri ditutup dengan penampilan simulasi bencana yang dibawakan oleh para peserta Tagana, Hadir pada kesempatan tersebut Kepala Dinas Sosial Dolly Boniara, Anggota TNI dan Polri, Organisasi masyarakat, Anggota Pramuka beserta tamu undangan lainnya.

Editor: Yudha


BNN-KEPRI