Pertamina Janji Geser Kapal Pagai dari Lokasi Pelabuhan Bongkar Muat Tanjunguban
Oleh : Harjo
Selasa | 14-11-2017 | 09:15 WIB
Bangkai-Kapal-Pigai.jpg
Saat warga Tanjunguban melakukan aksi ke Kapal Pagai di lokasi pembangunan pelabuhan bongkar muat di Tanjunguban (Foto: Harjo)

BATAMTODAY.COM, Tanjunguban - Aksi massa yang mengancam akan memotong bangkai kapal Pagai, yang berada di lokasi pembangunan Pelabuhan Bongkar Muat Pantai Kampung Mentigi, Tanjunguban, Senin (13/11/10`7), akhirnya mampu menekan pihak Pertamina untuk memindahkan bangkai kapal tersebut dari lokasi. Pihak Pertamina pun berjanji memindahkan bangkai kapal Pagai dalam dua minggu ke depan.

Awalnya sejumlah massa bergerak menaiki kapal Pagai menggunakan pompong dari pelabuhan RoRo Tanjunguban. Sejumlah massa lainnya mengangkut sejumlah tabung oksigen dan alat potong dari pick-up ke atas pompong. Warga sudah bersiap-siap untuk memotong bangkai kapal Pagai.

Di tempat terpisah, di sebuah warung tak jauh dari lokasi aksi, OH Marine Pertamina, Azhar, kontraktor Pertamina Trans Kontinental (PTK), Redi, dan perwakilan masyarakat, Lubis dan Hanafia, melakukan pertemuan yang dimediasi Kapolsek Bintan Utara Kompol, H. Jaswir.

Dalam pertemuan dengan pihak Pertamina, Lubis mengatakan warga sudah kesal dengan sikap bandal Pertamina. "Masyarakat sudah kesal karena Pertamina terus berjanji akan memindahkan bangkai Pagai, tapi sampai sekarang belum juga digeser," kata Lubis.

Hanafia juga mengatakan sudah lebih 10 tahun bangkai kapal Pagai dilabuh di perairan masyarakat. Tahun 2013 lalu, kata Hanafia, warga juga sudah meminta agar bangkai kapal dipindahkan. Namun, sampai pemerintah daerah melakukan pekerjaan pembangunan pelabuhan bongkar muat, tidak juga dipindahkan.

Dalam pertemuan itu sempat juga terjadi cek cok mulut, karena perwakilan massa bersikeras akan memotong bangkai kapal karena Pertamina sudah berkali-kali mengingkari janji. Namun, Kapolsek Jaswir berusaha meredam dan memastikan bahwa Pertamina akan menggeser bangkai kapal tersebut dari lokasi dalam waktu dua minggu ke depan.

"Kalau memang benar-benar mau digeser, kami akan tarik balik masyarakat dari atas kapal," ungkap Lubis memastikan bahwa masyarakat belum memotong bangkai kapal.

OH Marine Pertamina, Azhar, menegaskan bahwa pihak Pertamina tidak menghambat atau menghalangi pekerjaan pelabuhan bongkar muat Tanjunguban. Mengenai kapal Pagai, Pertamina juga sedang melakukan upaya mempercepat pemindahannya. Untuk itu, pihaknya menujuk PT Pertamina Trans Kontinental untuk melakukan proses pengapungan dan pemindahan.

"Dalam upaya pemindahan nanti tidak menghambat kegiatan lainnya. Dan pihak kontraktor juga menyampaikan bahwa jika kapal digeser 10 hari atau beberapa hari ke depan, tidak akan menghambat pekerjaan mereka," kata Azhar.

Pihak kontraktor Pertamina Trans Kontinental, Redi, menjelaskan bahwa penanganan kapal Pagai ini memang memerlukan penanganan khusus karena bukan kapal lagi, melainkan sudah bangkai.

Pemindahan bangkai kapal ini lebih rumit dari mengapungkan kapal biasanya. Karena saat pengerjaan, ditakutkan patah dan retak. Makanya diperlukan metode khusus, bukan konfensional.

"Dalam pengapungan nanti, kita akan buang air di dalam tangki, kemudian mesin akan diapung dengan balon, dan ini bukan balon karet. Lalu, setelah mengapung, pada saat pasang surut, maka kapal mengapung dan mengambang sudah bisa ditarik, karena dasar kapal datar bukan seperti kapal kargo yang lancip, jadi tidak ada masalah," katanya.

"Jika ternyata nanti ada perubahan, misalkan bocor lagi maka akan menambah kerjaan kami," katanya.

Editor: Udin


BNN-KEPRI