Banner TJP

Batamtoday.com | Dijanjikan Gaji Besar, Gadis Asal Solo Dipaksa Kerja di Hotel

Dijanjikan Gaji Besar, Gadis Asal Solo Dipaksa Kerja di Hotel

rita....jpg

BATAMTODAY.COM, Batam - Seorang gadis asal Karanganyar, Solo, Rita Efi (18), terpaksa kabur dari tempat kerjanya di salah satu hotel kelas melati di Kabupaten Karimun. Gadis yang masih lugu itu kabur ke Batam karena menolak untuk dibooking oleh pria hidung belang.

Ditemui di daerah Aviari, Kamis (27/3/2014) siang, Rita didampingi seorang sopir taksi menceritakan, awalnya dia datang dari Solo untuk kerja di Batam. Sebelumnya, kata gadis berkulit putih itu lewat BlackBerry Massenger dia berkenalan dengan seorang pria bernama Surya.

Oleh Surya, gadis imut-imut itu dijanjikan gaji besar untuk kerja di Batam. Tergiur dengan gaji besar, Rita pun akhirnya datang ke Batam.

"Saya pertama di Batam. Belum sempat kerja, saya disuruh ke Karimun untuk kerja di hotel," jelas dia.

Bermodalkan pakaian beberapa helai baju dan uang sebanyak Rp700 ribu, Rita pun berangkat ke Tanjungbalai Karimun. Pada Sabtu (23/3/2014) sore dia tiba di salah satu hotel kelas melati. Di hotel tersebut dia dipekerjakan untuk melayani pria hidung belang, namun dia tetap menolak.

"Untuk ada cowok yang nyelamatin saya. Dibawa pulang ke Batam ini naik kapal ferry," ujarnya.

Sementara itu, Toni Harahap --sopir taksi yang membawanya dari pelabuhan Sekupang, menambahkan, awalnya Rita hanya penumpang biasa yang minta diantar ke daerah Batuaji untuk menemui temannya. Tapi, sampai di Batuaji teman penumpangnya itu tak kunjung datang, dan akhirnya dia mulai curiga bahwa gadis tersebut sudah ditipu.

"Saya lihat gadis ini saat masuk mobil saya seperti orang ketakutan. Sampai di Aviari ini kawannya juga tak kunjung datang," jelas sopir taksi itu.

Karena Rita mendesak untuk dipulangkan ke Solo, kata Toni, dia akan mengantarkan gadis itu ke paguyuban warga Solo untuk dibantu memulangkan gadis tersebut ke tempat asalnya.

"Akan kita antar ke paguyuban orang Solo lah, biar dibantu untuk pemulangannya ke kampung halaman," tutup dia.

Editor: Dodo

Share on Google+