Kebakaran Toko Bangunan di Pancur

Eng Li dan Keluarga Dikenal Baik dan Ramah di Kavling Pancur

kebakaran_toko_bangunan_pancur_nelly.jpg

BATAMTODAY.COM, Batam - Eng Li (40) korban tewas kebakaran bersama dua anaknya, Karlisa (15) dan Alun (9), di Kavling Pancur, Sei Beduk, dikenal berperilaku baik di kalangan masyarakat. Bahkan, keluarga pemilik toko bangunan itu juga dikenal sebagai orang yang ramah.

Tetangga korban, Samuji, menuturkan, semasa hidupnya pemilik toko bangunan itu tak pernah ada permasalahan dengan warga. Selain ramah dan terkenal baik, wanita asal Sei Pancur, Kabupaten Lingga itu juga tak pernah terdengar ada masalah dengan karyawannya.


Peristiwa kebakaran yang menewaskan ketiga korban ini pun hingga membuat geger warga Sei Beduk. Apalagi, korban yang mereka kenal baik dan ramah itu ditemukan tewas secara mengenaskan dengan kondisi tangan terikat dan mulut dilakban.

"Mereka itu baik, tak pernah ada masalah dengan warga. Makanya kita juga bingung kenapa bisa seperti ini. Sangat sadis," kata pria pemilik toko kelontong di dekat lokasi kejadian.

Dia juga menguraikan, pada saat kejadian, sekitar pukul 02.00 WIB, dia mendengar suara triplek jatuh. Begitu dia keluar rumah, ternyata beberapa warga sudah berteriak kebakaran.

Awalnya, kata Samuji, api muncul di lantai dua toko bangunan tersebut, dimana ketiga korban ditemukan tewas terbakar. Tak lama api pun menjalar hingga melahap toko bagian bawah, serta beberapa barang-barang di toko itu.

"Korban itu bisa dievakuasi setelah api padam sekitar pukul 03.30 WIB. Padahal awalnya kita pikir tidak ada korban, karena mobilnya tak ada di sekitaran toko," tutur Samuji lagi.

Sementara itu, Nelly, adik kandung korban mengatakan sekitar pukul 02.00 WIB, dia sempat menghubungi ponsek milik Eng Li. Sebab, dia mendapat kabar dari suaminya bahwa toko milik kakaknya itu terbakar.

"Saya hubungi nomernya tak bisa masuk. Karena curiga kami langsung datang ke lokasi, ternyata Cece (Eng Li-red.) sudah tewas," ujarnya.

Nelly juga mengakui sepengetahuannya, Eng Li tak pernah bermasalah dengan warga sekitar. Selama ini, kata dia, mereka baik kepada warga.

"Cece tak pernah cerita ada masalah. Saya lihat juga warga di sini baik semua, dan tokonya juga paling ramai," ujar Nelly.

Menurut Nelly, jasad ketiga keluarganya itu akan disemayamkan di rumah duka Baloi setelah proses dari rumah sakit selesai.

Editor: Dodo

Share on Google+