Distributor di Batam Lega Susu Dumex Aman Dikonsumsi

jason tan.jpg

BATAMTODAY.COM, Batam -  Distributor susu formula merek Dumex, PT Mexindo Mitra Perkasa (MMP) merasa lega setelah menerima informasi dari media bahwa Kementerian Industri Primer Selandia Baru (MPI) menyatakan, susu formula yang diproduksi Fonterra tidak mengandung bakteri Clostridium botulinum seperti yang disangkakan sebelumnya.

"Kami sangat lega, sangkaan sebelumnya ternyata tidak terbukti setelah dilakukan uji laboratorium sepertinya diyatakan langsung dari Kementrian Selandia Baru," kata Jason Tan, General Manager (GM) PT Mexindo Mitra Perkasa, saat dihubungi BATAMTODAY.COM, Jumat (30/8/2013).

Jason juga menyampaikan, selain mendapat informasi tersebut, pihaknya juga memperoleh informasi dari Malaysia.

"Kita juga barusan meneRima fax dari malaysia tentang hasil lab yang disampaikan Selandia Baru," terangnya.

Sebanyak 3.490 kemasan susu bubuk Dumex Dupro 2 dan Mamex 1 dimusnahkan di Kawasan Penampungan Limbah Industri (KPLI), Kabil, Selasa (20/8/2013) oleh pihaknya, tambahnya saat ini masih dalam proses klaim.

"Untuk riilnya belum dapat kita sampaikan berapa kerugian dari pemusnahan itu, namun yang terpenting sudah ada pernyataan yang intinya bakteri itu tidak ada dalam kandungan susu yang kita jual selama ini. Saya rasa masyarakat juga merasa lega, aman dan dapat kembali mengonsumsi seperti sedia kala," ujarnya.

Untuk diketahui, pada Rabu (28/08/2013), Kementerian Industri Primer Selandia Baru (MPI) menyatakan, susu formula merek Dumex yang diproduksi Fonterra tidak mengandung bakteri Clostridium botulinum seperti yang disangkakan sebelumnya.

Pernyataan ini disampaikan setelah MPI menerima hasil uji laboratorium yang menyatakan bahwa bakteri yang ditemukan dalam protein konsentrat whey (Whey Protein Concentrate/WPC) 80 yang diproduksi oleh Fonterra bukanlah Clostridium botulinum.

"Organisme telah dikonfirmasi sebagai sporogenes Clostridium dan oleh karena itu tidak mampu menghasilkan racun penyebab botulisme," kata kementerian dalam pernyataan tertulis.

MPI juga menyatakan tidak dikenal adanya isu keamanan pangan terkait dengan sporogenes Clostridium, meskipun pada tingkat tinggi strain tertentu dapat berhubungan dengan pembusukan makanan.

"Ketika MPI menerima informasi dari Fonterra pada tanggal 2 Agustus bahwa telah terdeteksi mengandung Clostridium botulinum dalam beberapa produknya, saya langsung melakukan pencegahan untuk melindungi konsumen baik di sini maupun di luar negeri," kata Scott Gallacher, Direktur Jenderal Penindakan.

MPI menugaskan untuk memvalidasi hasil laporan awal Fonterra. Sebanyak 195 tes menggunakan berbagai teknologi telah dilakukan di laboratorium Selandia Baru dan di Amerika Serikat.

"Kami berusaha melakukan pengujian tambahan di laboratorium lokal maupun internasional untuk mendapatkan hasil yang paling kuat yang kita bisa kita lakukan. Para ilmuwan menggunakan berbagai metode, dan menyatakan semuanya negatif untuk Clostridium botulinum," kata Gallacher.

Sehari sebelumnya, Biro Pengawasan Teknis dan Kualitas Shanghai, Cina, telah memverifikasi 14 batch produk Dumex yang di-recall, menyimpulkan hasil tes yang sama.

Juru bicara Biro Pengawasan Kualitas, Shen Weimin, mengatakan, sampel produk yang dicurigai telah dikirim ke otoritas eksperimental untuk pengujian. Setelah semua batch produk Dumex yang dicurigai diuji selama 15 - 20 hari, tidak terdeteksi botulinum dan toksin botulinum.

Editor: Dodo

Share on Google+