Banner TJP

Batamtoday.com | Wah, Ada Ikan Patin Bermata Satu di Tanjung Piayu

Wah, Ada Ikan Patin Bermata Satu di Tanjung Piayu

Ikan_Patin_Bermata_Satu.jpg

BATAMTODAY.COM, Batam - Seekor ikan Patin tumbuh sehat meski hanya memiliki satu mata saja. Ikan ini kini mencapai panjang hingga 35 centimeter setelah dipelihara dengan telaten oleh warga Tanjungpiayu.

Adalah Mulyanto (28), warga Perum Bukit Kemuning Blok D, Tanjung Piayu Kecamatan Seibeduk yang memelihara ikan ini.

"Saya juga tak nyangka kalau ikan yang saya pelihara ini ternyata bermata satu. Bahkan ada yang bilang tak punya mata tapi bisa hidup sampai sekarang," kata Mulyanto yang ditemui BATAMTODAY.COM, Jumat (23/8/2013).

Menurut bapak satu ini, ikan tersebut dibelinya sekitar Februari di sebuah toko hewan, di bilangan Nagoya. Saat itu dirinya sedang mengantarkan istrinya, Ida Hidayah, untuk memeriksakan kandungan di sebuah klinik yang sampingnya merupakan toko penjual aneka hewan, termasuk ikan hias.

"Istri saya yang minta dibelikan ikan Patin ini," kata dia.

Saat itu, Mulyanto membeli sebanyak tiga ekor seharga Rp10 ribu dengan ukuran yang masih kecil. Seiring waktu berjalan, pasangan muda ini tetap memelihara ikan tersebut. Hingga saat ini, ikan yang sudah besar itu dipelihara di sebuah akuarium, yang ditempatkan di belakang rumahnya, bersama dengan peliharaan yang ada, seperti ikan lele dan ayam.

Ditanya sejak ikan aneh tersebut dipelihara apa ada hal-hal aneh yang dijumpai, dengan sederhananya pria asal Klaten, Jawa Tengah ini menjawab, bahwa segalanya diserahkan kepada Sang Pencipta. "Alhamdulillah mas, belum pernah terjadi apa apa, yang jelas saya akan memeliharanya terus, selagi saya mampu" ujarnya.

Dia juga menambahkan, kalau banyak warga sekitar yang sekedar melihat dan malah ada yang ingin membeli ikan tersebut, namun sekali lagi pria ramah itu mengatakan tak ada niat untuk menjualnya.

Ikan Patin adalah sekelompok ikan berkumis (Siluriformes) yang termasuk dalam genus Pangasius, famili Pangasiidae. Nama "patin" juga disematkan pada salah satu anggotanya, P. nasutus. Kelompok hewan ini banyak yang bernilai ekonomi, seperti patin dan patin siam (P. hypophthalmus syn. P. sutchi, atau beberapa pustaka menyebutnya jambal siam).

Editor: Dodo

Share on Google+