Banner TJP

17 Agustus 1960, Indonesia Putuskan Hubungan Diplomatik dengan Belanda

trikora.jpg

BATAMTODAY.COM, Batam - Setelah 15 tahun memproklamirkan kemerdekaan, Indonesia akhirnya memutuskan hubungan diplomatik dengan Belanda, menyusul agenda merebut Irian Barat, pada 17 Agustus 1960.

Pemutusan hubungan diplomatik ini mengawali konfrontasi Indonesia-Belanda. Pada akhir 1961, tepatnya 19 Desember, Soekarno mengumumkan pelaksanaan Trikora di Alun-alun Utara Yogyakarta.

Soekarno juga membentuk Komando Mandala. Mayor Jenderal Soeharto diangkat sebagai panglima. Tugas komando ini adalah merencanakan, mempersiapkan, dan menyelenggarakan operasi militer untuk menggabungkan Papua bagian barat dengan Indonesia.

Indonesia mulai mencari bantuan senjata dari luar negeri menjelang terjadinya konflik antara Indonesia dan Belanda. Indonesia mencoba meminta bantuan dari Amerika Serikat, namun gagal.

Akhirnya, pada bulan Desember 1960, Jendral A. H. Nasution pergi ke Moskow, Uni Soviet, dan akhirnya berhasil mengadakan perjanjian jual-beli senjata dengan pemerintah Uni Soviet senilai 2,5 miliar dollar Amerika dengan persyaratan pembayaran jangka panjang. Setelah pembelian ini, TNI mengklaim bahwa Indonesia memiliki angkatan udara terkuat di belahan bumi selatan.

Amerika Serikat tidak mendukung penyerahan Papua bagian barat ke Indonesia karena Bureau of European Affairs di Washington, DC menganggap hal ini akan "menggantikan penjajahan oleh kulit putih dengan penjajahan oleh kulit coklat". Tapi pada bulan April 1961, Robert Komer dan McGeorge Bundy mulai mempersiapkan rencana agar PBB memberi kesan bahwa penyerahan kepada Indonesia terjadi secara legal. Walaupun ragu, presiden John F. Kennedy akhirnya mendukung hal ini karena iklim Perang Dingin saat    .....(halaman selanjutnya)

Share on Google+ Batamtoday .com

Iklan-Batamtoday