Banner TJP

Mantan Kabandara Paling Tahu Soal Pengadaan Genset di Hang Nadim

Bandara-Hang-Nadim-Batam.jpg

BATAM, batamtoday - Hendro Harijono, mantan Kepala Bandara Internasional Hang Nadim Batam, adalah pejabat utama kala itu yang paling mengetahui dugaan permainan pembelian dua mesin genset asal Singapura yang diduga bekas dengan menggunakan anggaran APBN melalui BP Batam.

"Pak Hendro sudah pensiun beberapa bulan lalu. Tapi pengadaan mesin pada saat itu (2012-red) adalah Pak Hendro," terang sumber batamtoday di Bandara Hang Nadim, Kamis (1/8/2013).

Sementara itu, Kabag Komersil Bandara Hang Nadim Batam Dendi Gustinandar menyampaikan, pengadaan lelang mesin genset bedaya 750 KVA yang dilakukan pada tahun 2012 telah sesuai dengan prosedur sebagaimana yang diatur dalam Perpres Nomor 54 Tahun 2010 tentang Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah.

"Tidak mungkin barang tersebut seken. Karena seluruh prosedurnya dilakukan dengan lelang terbuka, siapa saja bisa ikut sebagaimana Perpres No. 54 Tahun 2010 tentang Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah. Lelang pemerintah itu harus barang baru dan lelangnya terbuka untuk umum," tegasnya.

Menurutnya, tentunya sebelum barang tersebut dilakukan serah terima telah dilakukan pengecekan secara berlapis untuk memastikan mesin yang datang telah sesuai dengan sepesifikasi yang dilelangkan.

"Kalau itu bekas tidak mungkin barang tersebut bisa masuk, karena ada PPK, ada Pokja dan ada tim penilai serta kita kan juga ada orang-orang yang melakukan pengecekan barang tersebut," ungkapnya

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, pengadaan genset di Bandara Hang Nadim pada tahun anggaran 2012 lalu ternyata tidak dapat menyelesaikan permasalahan kelistrikan pada saat terjadi pemadaman.

Kuat dugaan, ganset yang seharusnya dibeli baru menggunakan dana dari APBN, ternyata dalam pelaksanaannya dibeli di Singapura dalam kondisi bekas dan baru saja tiba di Batam. 

"Tapi ketika mau digunakan, gensetnya rusak. Karena dari informasi di dalam, genset yang dibeli  barang seken yang dikemas seolah-olah merupakan barang baru," ujar sumber di Bandara Hang Nadim, Rabu (24/7/2013). 

Pada saat genset seken tersebut dibeli di Singapura, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) memanggil konsultan untuk memeriksa genset yang dibeli tersebut. Namun, saat konsultan datang, genset tersebut sudah dipacking rapi dan siap untuk dibawa ke Batam. 

"Jadi, konsultan hanya bisa melihat bentuk fisik dari luarnya saja. Kemudian, berkas ditandatangani di hotel dan genset langsung dibawa ke Batam," katanya. 

Menurutnya lagi, tentunya jika genset baru yang dibeli, kecil kemungkinan rusak. Dan jikapun terjadi kerusakan tentunya akan ditanggung oleh tempat pembelian karena bergaransi.  

"Kalau mesin bekas ya tidak ada garansinya seperti mesin itu. Ini akibat setiap proyek hanya dikuasai oleh pegawai tertentu," katanya lagi.

Beberapa pegawai sudah pernah menanyakan langsung ke Kepala Bandara Hang Nadim yang saat itu dijabat oleh Hendro Harijono atas permasalahan tersebut. Namun, tambahnya, Hendro masih bersikukuh bahwa mesin genset itu dibeli dalam keadaan baru.

Editor: Dodo

Share on Google+