Banner TJP

Batamtoday.com | Dikibuli Pengembang, Warga Perumahan Nusa Batam Tolak Bayar UWTO

Dikibuli Pengembang, Warga Perumahan Nusa Batam Tolak Bayar UWTO

nusa-batam.jpg

BATAM, batamtoday - Ratusan warga Perumahan Graha Nusa Batam menolak permintaan pengembang untuk membayar perpanjangan Uang Wajib Tahunan Otorita (UWTO) yang dibebankan kepada mereka.

Penolakan itu dilakukan dengan alasan warga menempati rumah tersebut kurang dari lima tahun dan hal itu mereka tuangkan dalam sebuah spanduk besar di depan perumahan maupun secarik kertas yang ditempelkan di setiap rumah.

"Ini pembodohan. Kami beli rumah yang katanya kompleks terelit di Batuaji tapi kenapa kayak beli kavling," kata Lamhot Lubis, warga setempat, Sabtu (4/5/2013).

Menurut Lamhot, warga menolak keras permintaan pengembang Graha Nusa Batam, PT Pelangi Nusa Batam, untuk membayar UWTO tersebut.

Kepada warga, pengembang meminta pembayaran perpanjangan UWTO/Sertipikat Hak Guna Bangunan (SHGB) yang habis pada 2015 mendatang.

Warga juga menuding, pengembang pilih kasih dalam persoalan ini mengingat hanya mereka yang tinggal di perumahan tahap II dan III yang diminta pembayaran perpanjangan UWTO, sementara warga yang tingga perumahan tahap I tidak dikenakan perpanjangan.

Seperti diketahui bahwa lahan Perumahan Graha Nusa Batam ini sebelumnya dialokasikan oleh Otorita Batam pada 1985 untuk peternakan kodok. Namun dalam perkembangannya, pada 2000 hingga 2001, lahan tersebut dialihfungsikan menjadi perumahan.

Pada 2005, lahan tersebut oleh anak perusahaan PT Pelangi Nusa Batam dijadikan perumahan dengan tipe beragam dan bersistem cluster yang dijual secara tunai maupun kredit melalui bank (KPR).

Sementara, saat batamtoday mencoba mengonfirmasikan keresahan warga ke pengembang, pihak PT Pelangi Nusa Batam justru menghindar dan sejumlah karyawannya malah bersembunyi.

Editor: Dodo

Share on Google+