1 Mei Jadi Hari Libur Nasional, Buruh Tetap akan Demo Besar-besaran

mayday2012.jpg

JAKARTA, batamtoday - Pemerintah akan menetapkan 1 Mei sebagai hari libur nasional untuk memperingati Hari Buruh, yang akan mulai diberlakukan pada 2014 mendatang.

"Ini kado istimewa, dan akan disampaikan Presiden pada pertemuan 1 Mei di PT Maspion dan PT Unilever di Jatim," kata Said Iqbal, Presiden Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) di Jakarta, Selasa (30/4/2013).

Dalam pertemuan kemarin, antara perwakilan buruh dengan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) di Istana Negara, kata Iqbal, disampaikan berbagai macam persoalan selain permintaan untuk menetapkan 1 Mei sebagai lahir libur nasional.

Salah satunya mengenai jaminan kesehatan dan upah murah. Khususnya tentang jaminan kesehatan seluruh rakyat pada Januari 2014, bukan dimulai 2019. Caranya merevisi Peraturan Presiden Nomor 12 tahun 2013 dan PP Nomor 101 tahun 2012.

"Pada prinsipnya Presiden sampaikan ke menteri terkait, kalau dijumpai Perpres dan PP bertentangan dengan UU, jangan malu-mulu merevisi. Oleh karena itu akan diskusikan kembali dilakukan revisi pasal-pasal yang bertentangan dengan UU. Kami sampaikan, tidak boleh ada diskriminasi antara peserta BPJS kesehatan dan yang belum non BPJS kesehatan," jelasnya.

Terkait upah murah, kalangan buruh menyampaikan agar komponen Kebutuhan hidup layak (KHL) ditambah dari 60 item menjadi 84 item KHL. Mereka juga meminta jangan ada penangguhan upah minimum yang tidak sesuai aturan main peraturan menteri tenaga kerja nomor 231/2003.

Said menegaskan, meski Presiden SBY akan menjadikan 1 Mei sebagai hari libur nasional, namun unjuk rasa pada besar-besaran pada peringatan Mayday tetap akan digelar. Pada 1 Mei, ia menyebut akan ada 600.000 buruh yang berunjuk rasa di seluruh Indonesia.

"Ada 150.000 buruh asal Jabodetabek yang demo di Jakarta. Mereka akan demo di depan Istana. Sebagian ke DPR dan kementerian terkait," kata Said sambil memastikan unjuk rasa akan berjalan tertib.

Unjuk rasa tersebut selain diikuti Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI), Konfederasi Aliansi Serikat Buruh Indonesia, Serikat Pekerja BUMN, dan Konfederasi Majelis Pekerja Buruh Indonesia.

Editor : Surya

Share on Google+