
BATAM, batamtoday - Berdasarkan hasil pemeriksaan luar atau visum yang dilakukan oleh Dr Poltak Saragih dari Polda Kepri kematian Stella Nicollete Hitipeuw (9) korban kebakaran di Seraya akibat Asphyxia atau sesak napas karena kurang zat asam dalam darah.
Dijelaskan Poltak kepada wartawan, lama kematian diperkirakan kurang dari 24 jam. Di tubuh korban terdapat tanda-tanda kekerasan berupa luka bakar diseluruh tubuhnya. "Mengalami luka bakar 100 persen di sekujur tubuhnya," kata Poltak, Selasa (21/8/2012). Untuk mengetahui penyebab pasti kematian harus dilakukan bedah mayat atau autopsi terhadap jenasah korban. Hingga berita ini ditulis, keluarga masih menunggu Jhon Hitipeuw, bapak korban yang masih dalam perjalanan dari Malaysia ke Batam. Rencananya, jenasah akan dibawa ke Gereja Imanuel, Seraya untuk diibadahkan sebelum dikebumikan. "Mengenai pemakaman belum diketahui," kata salah seorang kerabat korban. Sebelumnya, kematian Stella Nicollete Hitipeuw (10) meninggalkan duka yang sangat mendalam bagi keluarga. Gadis belia tak berdosa yang masih duduk di bangku kelas 3 SD tersebut meninggal dengan kondisi mengenaskan, tubuhnya sudah gosong terpanggang si jago merah.
|
BERITA TERKINI
19:58 WIB | 22-05-2013
Minta Jatah Judi Bawa Parang, Ketua RT Dihajar Pamain Cingkoko 19:27 WIB | 22-05-2013 Kebakaran di Samping Sekolah Pelita Harapan Dipicu Aksi Bakar Diri 19:01 WIB | 22-05-2013 Layanan Internet Speedy Kecewakan Pelanggan di Tanjungpinang 18:52 WIB | 22-05-2013 Penderita Gangguan Jiwa Meningkat di Anambas 18:07 WIB | 22-05-2013 Terdakwa Narkotika yang Divonis Ringan Ternyata Korban Pemukulan Sipir Rutan 17:42 WIB | 22-05-2013 Gelar Sidang Pagi, Hakim Tanjungpinang Jatuhkan Vonis Ringan untuk Terdakwa Narkotika 17:05 WIB | 22-05-2013 'Telur Marco Polo' Jadi Subjek Fenomena Karimun 17:00 WIB | 22-05-2013 Pemko Batam Janji Selesaikan Permasalahan Kampung Tua 16:47 WIB | 22-05-2013 Perkosa Nenek-nenek, Dedi Muchtar Dituntut 6 Tahun 16:14 WIB | 22-05-2013 Sembilan Fraksi Soroti Pembangunan Fisik Kota Batam |