batamtoday.com | propertinews.com
  • HOME
  • Pemilu 2014
  • Seputar Kepri
  • Hukum & KRIMINAL
  • Politik
  • Ekbis
  • Olah Raga
  • Kesehatan
  • Hiburan
  • Kuliner
  • Nasional
Propertinews | Info Lalin | Warta Buruh | Green & Clean | Singapura - Malaysia | Lipsus | Sosok | Opini | Iptek | Surat Pembaca | Info Iklan | Gallery | Forum | Indeks

batamtoday.com | Aida-Nilai-Banyak-Regulasi-yang-Hambat-Daerah-untuk-Berkembang


Aida Nilai Banyak Regulasi yang Hambat Daerah untuk Berkembang
 
Kamis, 16-08-2012 | 10:24 WIB | Penulis: surya
\Bookmark
 
 
Berita lainnya :
Zulbahri Pimpin Seleksi Calon Anggota BPK RI
Aida Minta Pemerintah Segera Sahkan RTRW Kepri
Lahan di Batam Menipis, Developer Diimbau Bangun Apartemen
Villa Taman Bunga Tinggal 5 Unit


Senator asal Kepri Aida Z Ismeth


JAKARTA, batamtoday - Senator asal Kepulauan Riau Aida Z Ismeth mengatakan, banyak regulasi yang dikeluarkan ternyata menghambat daerah untuk berkembang, akibat otonomi daerah yang memberikan kewenangan yang luas kepada daerah.

"Misalnya soal alokasi lahan yang hingga saat ini hingga saat ini harus menunggu hasil sinkronisasi tim yang dibentuk oleh Kemendagri dan Kemenhut yang belum menemukan titik temu," kata Aida di Jakarta kemarin.

Anggota Komite I DPD RI ini menilai regulasi tersebut telah merugikan masyarakat di daerah. "Hal ini jelas merugikan masyarakat di daerah karena banyak dampak yang timbul akibat belum selesainya pembahasan rencana tata ruang dan wilayah tersebut," katanya.

Aida kemudian mencontohkan salah satu dampak regulasi yang menghambat daerah untuk berkembang adalah, hak masyarakat untuk mendapatkan air bersih. ATB (PDAM Batam) selaku pihak yang menyalurkan distribusi air kepada masyarakat, tidak berani menyalurkan air bersih kepada masyarakat yang tinggal di daerah zona abu-abu karena lahan tersebut belum dialihfungsikan dan mendapat persetujuan dari kementerian kehutanan.

"Kita ambil contoh, air bersih yang seharusnya menjadi hak warga negara dalam meningkatkan kesejahteraan serta taraf hidupnya tidak mampu mereka dapatkan dengan alasan bahwa atb (PDAM Batam) tidak berani menyalurkan air bersih kepada warga masyarakat yang tinggal di daerah zona abu-abu. Begitu juga pemerintah tidak berani mengalokasikan pembangunan infrastruktur seperti jalan di daerah-daerah tersebut," katanya.



Komentar :
 
 

 
BERITA TERKINI
17:07 WIB | 23-05-2013
BPOM Kepri Hanya Periksa Karyawan Jong Hua
16:49 WIB | 23-05-2013
Ada Pengaspalan, Jalan Wiratno Alami Kemacetan
16:39 WIB | 23-05-2013
Pengumuman Hasil UN Tingkat SMA di Batam Terancam Diundur
16:37 WIB | 23-05-2013
Kadinkes Anambas Ajak Petugas Medis Waspadai Penyakit Secara Dini
16:32 WIB | 23-05-2013
Palsukan Stempel untuk STNK, Pegawai Dispenda Kepri Dituntut 18 Bulan
16:29 WIB | 23-05-2013
HARRIS Hotel Batam Center Kembali Raih 'CERTIFICATE OF EXCELLENCE'
16:18 WIB | 23-05-2013
Dikejar PDRM, Tekong TKI Ilegal Terjun ke Laut
16:15 WIB | 23-05-2013
Minta Duit Tak Dipenuhi, Iwan Nekat Bakar Diri
16:12 WIB | 23-05-2013
Menolak Diborgol, Pegawai Dispenda Adu Mulut dengan Penjaga Tahanan Kejaksaan
16:09 WIB | 23-05-2013
Angka Lakalantas Meningkat, Keselamatan Berkendara Dikampanyekan
INDEX


Home | Contact | Redaksi | Disclaimer
Seputar Kepri | Hukum & Kriminal | Politik | Ekbis | Olah Raga | Kesehatan | Hiburan | Kuliner | Nasional | Propertinews | Info Lalin | Warta Buruh | Green & Clean | Singapura - Malaysia
Lipsus | Sosok | Opini | Iptek | Surat Pembaca | Info Iklan | Gallery | Forum | Indeks

     

© Copyright 2013 batamtoday.com All Right Reserved
© powered by: 2digit