batamtoday.com | propertinews.com
  • HOME
  • Pemilu 2014
  • Seputar Kepri
  • Hukum & KRIMINAL
  • Politik
  • Ekbis
  • Olah Raga
  • Kesehatan
  • Hiburan
  • Kuliner
  • Nasional
Propertinews | Info Lalin | Warta Buruh | Green & Clean | Singapura - Malaysia | Lipsus | Sosok | Opini | Iptek | Surat Pembaca | Info Iklan | Gallery | Forum | Indeks

batamtoday.com | Jumhur-Hidayat-Sebut-Pusat-Repotkan-Pemda


Penanganan TKIB
Jumhur Hidayat Sebut Pusat Repotkan Pemda
 
Kamis, 02-08-2012 | 19:27 WIB | Penulis: Charles/Dodo
\Bookmark
 
 
Berita lainnya :
DPD Desak Revisi UU Minerba yang Memanjakan Asing
DPR Minta Parpol Tak Jadikan UU Petani sebagai Komoditas Politik
Gara-gara UN, Kepala Balitbang Kemendikbud Mundur dari Jabatannya
Marzuki Desak Pemerintah Segera Evaluasi UN 2013

Jumhur Hidayat

TANJUNGPINANG, batamtoday - Kepala Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI) Jumhur Hidayat mengatakan, terlambatnya pengucuran dana dan biaya transportasi dan akomodasi serta pembangunan sarana prasarana dalam penanganan TKI bermasalah (TKIB) yang dideportasi Malaysia ke Tanjungpinang, sangat merepotkan pemerintah daerah, khususnya Tanjungpinang dan Provinsi Kepri sebagai daerah penerima limpahan.

"Harusnya memang penanganan TKIB ini merupakan kinerja pemerintah pusat, yang merepotkan pemerintah daerah. Sehingga sebagaimana yang dipaparkan wali kota, selain penyediaan tenaga, alokasi dana APBD juga ikut tergerus dalam pendanaan penanganan TKIB ini," kata Jumhur dalam dialog Safari Ramadhan BNP2TKI di aula Kantor Gubernur Provinsi Kepri di Tanjungpinang, Kamis (2/8/2012).

Terkait permasalahaan dan kendala yang dihadapi pemerintah daerah dalam hal penanganan TKIB di Tanjungpinang, Jumhur mengatakan, akan mengevaluasi dan mengoordinasikan hal tersebut dengan sejumlah instansi lainya di Jakarta. 

Khusus pada 2012, kata Jumhur, berdasarkan data BNP2TKI, jumlah TKI bermasalah yang dideportasi dari Malaysia memang mengalami pengurangan. Hal itu berkaitan dengan adanya program pemutihan dan memberikan permit kerja pada TKI bermasalah di Malaysia, sesuai dengan skill serta keahlian masing-masing TKI.

"Jadi dari 1,2 juta TKI Indonesia di Malaysia, saat ini ada sekitar 625.000 TKI yang didaftar ulang untuk diputihkan, dengan menguruskan izin dan permit yang dibutuhkan untuk bekerja," sebutnya.

Sedangkan mengenai pemulangan TKIB bermasalah dari Tanjungpinang ke daerah asal, yang harus melalui Jakarta, diakui Jumhur memang tidak sesuai dengan hak azasi. Atas permasalahan ini, pihaknya dari BNP2TKI sedang mengajukan pembuatan satu Keputusan Presiden dalam hal penanganan TKIB maupun Calon TKI, khususnya di daerah perbatasan dengan negara luar.

"Hingga dalam konteks penanganan, bukan hanya memberikan perlindungan pada TKI bermasalah yang baru dideportasi dari luar negeri, namun juga calon TKI yang berpotensi akan bermasalah saat hendak diberangkatkan," tukas Jumhur.

Jumhur juga mengatakan, selama 2012 Indonesia telah mengirim TKI resmi ke luar negeri sebanyak 100 ribu orang. Namun di sisi lain ada juga sebanyak 10.000 orang TKI tidak resmi, yang juga berangkat dan bekerja di luar negeri hingga menjadi masalah saat tertangkap di negara luar, dan dideportasi menjadi TKI bermasalah.

Kedepan diharapkan, dengan adanya Kepres penanganan TKI bermasalah dan calon TKI bermasalah ini, akan dapat dilakukan koordinasi antar instansi, khusunya di wilayah perbatasan dalam hal pengiriman dan pemulangan TKI di Indonesia.

Selain melakukan dialog mengenai permasalahan TKI, rombongan Kepala BNP2TKI juga melakukan Safari Ramadhan bersama ratusan TKIB di penampungan, Jalan Transito Tanjungpinang.



Komentar :
 
 

 
BERITA TERKINI
19:51 WIB | 18-05-2013
KPK Buka Lowongan Kerja dari 16-25 Mei 2013
19:38 WIB | 18-05-2013
KPPAD Kepri Catat Kasus Kekerasan Anak Hingga April 2013 Ada 69 Kasus
18:50 WIB | 18-05-2013
Temukan Indikasi Korupsi Rp 700 Miliar, Haryono Minta Wamendikbud Dicopot
18:25 WIB | 18-05-2013
Lagi, Kapal Nelayan Malaysia Tertangkap Curi Ikan di Laut Indonesia
17:57 WIB | 18-05-2013
Defile Muqadam Warnai Pawai Taaruf MTQ Tanjungpinang
16:55 WIB | 18-05-2013
23 Perusahaan Ikut Pelatihan Sistem Jaminan Halal LP POM MUI Kepri
16:02 WIB | 18-05-2013
Tak Ada Staf KPU Karimun yang Terlibat di Kasus Narkoba WN Malaysia
15:55 WIB | 18-05-2013
Penindakan Tambang Pasir Ilegal di Batam Jalan di Tempat
15:52 WIB | 18-05-2013
Indonesia Perpanjang Moratorium Hutan
15:18 WIB | 18-05-2013
Warga Busung Butuh Kepastian Soal Relokasi
INDEX


Home | Contact | Redaksi | Disclaimer
Seputar Kepri | Hukum & Kriminal | Politik | Ekbis | Olah Raga | Kesehatan | Hiburan | Kuliner | Nasional | Propertinews | Info Lalin | Warta Buruh | Green & Clean | Singapura - Malaysia
Lipsus | Sosok | Opini | Iptek | Surat Pembaca | Info Iklan | Gallery | Forum | Indeks

     

© Copyright 2013 batamtoday.com All Right Reserved
© powered by: 2digit