
TANJUNGPINANG, batamtoday - Memasuki hari terakhir di bulan Sya'ban 1433 Hijriah, menjadi tradisi bagi warga untuk menyempatkan diri berziarah ke makam keluarga yang telah berpulang ke pangkuan Illahi.
Seperti halnya di Tanjungpinang, tampak ratusan warga memadati pemakaman umum di berbagai titik kota tersebut untuk berziarah dan mengirim doa bagi para leluhurnya. Kondisi ini juga berpengaruh bagi para juru kunci makam yang selama ini merawat ratusan pusara yang ada di makam, seperti Tempat Pemakaman Umum (TPU) Taman Bahagia, Tanjungpinang. Adalah Andi (45), juru kunci makam di TPU Taman Bahagia merasakan lokasi pemakaman yang selama ini dia pelihara menjadi ramai warga saat Ramadhan tiba. "Puluhan orang yang datang setiap harinya," kata Andi dengan polos, Jumat (20/7/2012). Dia mengatakan ramai warga datang berziarah ini dirasakan sejak sepekan terakhir. Rata-rata, warga merasa senang lantaran makam leluhurnya di TPU Taman Bahagia terawat dengan baik dan bersih. Biasanya, saat warga tiba berziarah, Andi selalu menyambut lantas menunjukkan lokasi makam. Dia mengaku hampir hafal letak makam warga yang dimakamkan di kuburan tersebut. "Banyak yang tanya bagaimana cara saya bersama rekan-rekan di sini merawat makam," ujarnya sambil tersenyum. Menurutnya, merawat makam merupakan panggilan jiwa dan tidak semua orang mau menjalaninya. Bersama dengan beberapa rekannya, Andi mengaku tidak mematok tarif untuk perawatan makam. "Tapi biasanya ada keluarga atau ahli waris yang memberikan uang sekedarnya antara Rp10 ribu hingga Rp100 ribu," kata dia. Diakuinya, ziarah kubur jelang Ramadhan ini memang menjadi moment dirinya mendapatkan rezeki. Jika pada hari biasa, dirinya 'hanya' meraup uang sekitar Rp25 ribu hingga Rp50 ribu, pada saat ini dia bisa mengantongi ratusan ribu rupiah setiap harinya. Sejak pekan lalu, Andi telah mengantongi hingga hampir sejuta rupiah, namun saat ditanya persisnya dirinya enggan menyebutkan. "Lumayan, bisa untuk bekal puasa dan membelikan baju lebaran bagi anak," kata dia. TPU Taman Bahagia sendiri merupakan salah satu pemakaman terbesar dan cukup lama keberadaannya di Tanjungpinang. Ribuan makam tampak di lokasi tersebut, mulai yang masih berupa gundukan tanah hingga yang bersifat permanen dengan aneka ragam batu nisan di atasnya.
|
BERITA TERKINI
19:51 WIB | 18-05-2013
KPK Buka Lowongan Kerja dari 16-25 Mei 2013 19:38 WIB | 18-05-2013 KPPAD Kepri Catat Kasus Kekerasan Anak Hingga April 2013 Ada 69 Kasus 18:50 WIB | 18-05-2013 Temukan Indikasi Korupsi Rp 700 Miliar, Haryono Minta Wamendikbud Dicopot 18:25 WIB | 18-05-2013 Lagi, Kapal Nelayan Malaysia Tertangkap Curi Ikan di Laut Indonesia 17:57 WIB | 18-05-2013 Defile Muqadam Warnai Pawai Taaruf MTQ Tanjungpinang 16:55 WIB | 18-05-2013 23 Perusahaan Ikut Pelatihan Sistem Jaminan Halal LP POM MUI Kepri 16:02 WIB | 18-05-2013 Tak Ada Staf KPU Karimun yang Terlibat di Kasus Narkoba WN Malaysia 15:55 WIB | 18-05-2013 Penindakan Tambang Pasir Ilegal di Batam Jalan di Tempat 15:52 WIB | 18-05-2013 Indonesia Perpanjang Moratorium Hutan 15:18 WIB | 18-05-2013 Warga Busung Butuh Kepastian Soal Relokasi |