batamtoday.com | propertinews.com
  • HOME
  • Pemilu 2014
  • Seputar Kepri
  • Hukum & KRIMINAL
  • Politik
  • Ekbis
  • Olah Raga
  • Kesehatan
  • Hiburan
  • Kuliner
  • Nasional
Propertinews | Info Lalin | Warta Buruh | Green & Clean | Singapura - Malaysia | Lipsus | Sosok | Opini | Iptek | Surat Pembaca | Info Iklan | Gallery | Forum | Indeks

batamtoday.com | Marzuki-Minta-DPR-Tidak-Dipersepsikan-Sarang-Koruptor


Marzuki Minta DPR Tidak Dipersepsikan Sarang Koruptor
 
Minggu, 15-07-2012 | 18:57 WIB | Penulis: surya
\Bookmark
 
 
Berita lainnya :
Villa Taman Bunga Tinggal 5 Unit
Batu Aji Residence Tawarkan Diskon 10 Persen
Wagub Kepri Minta Pengembang Perhatikan Fasum dan Lingkungan
Ruko Tisenia Tiban Ditawarkan Mulai Rp 688 Juta


Ketua DPR Marzuki Alie

BANTEN, batamtoday - Ketua DPR Marzuki Alie mengaku malu memakai simbol DPR. Pasalnya, lembaga yang dipimpinnya itu kini dipersepsikan sebagai sarang koruptor. Padahal, anggota legislatif yang terlibat tindak pidana korupsi hanya segelintir orang tapi opininya seolah-olah dipandang sebagai satu lembaga yang korupsi.

Menurut Marzuki, saat berkunjung ke daerah banyak masyarakat mempertanyakan dan mengecap DPR sebagai sarang koruptor. Makanya, lambang-lambang DPR ia tanggalkan karena merasa malu.
 
"Malu pakai emblem karena citra DPR buruk. Di daerah ketemu banyak orang mereka menanyakan itu (kasus korupsi yang melibatkan anggota DPR). Jangan-jangan sampai satu dua yang terlibat korupsi, seolah-olah semua satu DPR korupsi. Itu malu saya. Karena (DPR) dikonotasikan sebagai sarangnya koruptor," kata Marzuki, di Anyer, Banten, Sabtu (14/7/2012), malam.

Padahal, lanjut dia, belum tentu semua anggota DPR korupsi. Begitu juga yang di komisi, belum tentu semua melakukan korupsi. "Kalau dibilang maling, dimana-mana ada. Di kampung kita juga ada maling," kata Marzuki.

Ia menjelaskan, apa yang dipersepsikan oleh lembaga survei bahwa DPR itu lembaga terkorup bukanlah sebuah fakta. Menurutnya itu persepsi. "Persepsi itu dibangun melalui opini lalu dikembangkan publikasi secara massif. Tiap hari berita DPR korupsi lalu muncul opini DPR sarang koruptor. Tapi, itu bukan fakta. Masyarakat tidak paham kalau itu polling," katanya.



Komentar :
 
 

 
BERITA TERKINI
10:28 WIB | 23-05-2013
Arus Lalin di Simpang Jam Terpantau Lancar
10:14 WIB | 23-05-2013
Truk Tabrak Tiang Listrik, Arus Lalin Menuju Sekupang Tersendat
09:40 WIB | 23-05-2013
Pro dan Kontra Wajib Militer Bagi Perempuan Singapura
09:13 WIB | 23-05-2013
Wujudkan SDM PKK yang Profesional TP PKK Kota Batam Gelar Pelatihan
09:05 WIB | 23-05-2013
Inilah Susunan Pengurus DPP FWKK Periode Tahun 2012 - 2015
08:56 WIB | 23-05-2013
UEFA Akhirnya Pulihkan Status Malaga
08:52 WIB | 23-05-2013
Menjaga Air Jaga Keanekaragaman Hayati
19:58 WIB | 22-05-2013
Minta Jatah Judi Bawa Parang, Ketua RT Dihajar Pemain Cingkoko
19:27 WIB | 22-05-2013
Kebakaran di Samping Sekolah Pelita Harapan Dipicu Aksi Bakar Diri
19:01 WIB | 22-05-2013
Layanan Internet Speedy Kecewakan Pelanggan di Tanjungpinang
INDEX


Home | Contact | Redaksi | Disclaimer
Seputar Kepri | Hukum & Kriminal | Politik | Ekbis | Olah Raga | Kesehatan | Hiburan | Kuliner | Nasional | Propertinews | Info Lalin | Warta Buruh | Green & Clean | Singapura - Malaysia
Lipsus | Sosok | Opini | Iptek | Surat Pembaca | Info Iklan | Gallery | Forum | Indeks

     

© Copyright 2013 batamtoday.com All Right Reserved
© powered by: 2digit