
TANJUNGUBAN, batamtoday – Jalan lintas barat yang bertujuan untuk mempendek jarak tempuh dari Bintan Utara ke Tanjungpinang diharapkan agar segera selesai sehingga bisa dimanfaatkan oleh warga Bintan.
Belum rampungnya jalan lintas barat ini, ternyata juga tidak dibarengi dengan perbaikan terhadap jalur lama. Warga meminta jalur lama tersebut diperbaiki agar dapat dilalui dengan nyaman. “Semua berharap jalan lintas barat Bintan untuk segera selesai. Tapi sepertinya bakal molor,” ujar tokoh pemuda Bintan M. Idha, di Tanjunguban, Kamis (5/7/2012). Dikatakan, pemerintah jangan hanya memberikan janji untuk pencitraan kepada masyarakat, namun harus direalisasikan di lapangan. Dimana, kalau dilihat secara kasat mata tentunya proyek jalan lintas barat selain bakal molor juga. Konstruksi tidak sesuai dengan harapan dan pada saat ini sebagian badan jalan ada yang sudah mulai rusak. “Belum dipakai saja sudah mulai rusak. Lantas jalan lama yang juga rusaknya sudah mulai parah, kapan mau diperbaiki,” katanya. Idha menyebutkan jalan lama yang sudah mengalami kerusakan parah diantaranya jalan potong dari Simpang Ekanganculai Kecamatan Teluksebong menuju Desa Kuala Sempang Kecamatan Serikuala Lobam (SKL). Selanjutnya, selain itu jalan sekitar Km 50 Bintan -Tanjungpinang, juga sudah mengalami rusak parah dan akhir-akhir ini sudah banyak yang mengalami kecelakaan di daerah tersebut. “Kita berharap, apemerintah untuk tidak hanya menunggu jalan lintas barat selesai. Tetapi harus memperhatikan kondisi jalan lama, apalagi saat ini jalan tersebut sudha banyak dilintasi oleh kendaraan yang bermuatan berat,” harapnya. Sementara itu, Daeng Sahrier, budayawan Bintan merasa pesimis dengan keberadaan jalan lintas barat, karena dinilai belum bisa memberikan dampak besar terhadap perkembnagan ekonomi masyarakat di Bintan, apalagi masyarakat tempatan. Karena, kata Daeng, lahan yang ada di kiri dan kanan jalan lintas barat tersebut sebagian besar sudah dikuasai oleh pengusaha yang saat ini masih dalam kondisi hutan belantara. “Kalau jalan tersebut melintasi kampung atau daerah pemukiman tentunya bisa memberikan dampak lebih besar terhadap masyarakat, namun karena jalan tersebut melintasi lahan yang sudah dikuasai oleh para pengusaha besar saja. Jelas hal tersebut tidak akan bisa memberikan dampak positif, kecuali untuk yang sudah menguasai lahan,” katanya. Dikatakannya, untuk perkembangan di sekitar lintas barat tentunya membutuhkan waktu yang sangat lama. Sehingga pada saat ini, sudah selayaknya juga pemerintah menjaga jalan lama yang sudah ada, jangan sampai ada kesan karena jalan baru sudah mulai dibangun, lantas jalan lama dibirakan dan tidak terpelihara. “Jalan lama jangan sampai dibiarkan, apalagi jalan itu banyak perkampungan dan permukiman warga. Terlebih pada saat ini jalan tersebut banyak dilintasi oleh kendaraan besar yang mengangkut sejumlah kebutuhan pokok dari wilayah Bintan Utara ke Tanjungpinang,” harapnya.
|
BERITA TERKINI
17:08 WIB | 21-05-2013
Kepri Tanpa Medali, Jawa Tengah Juara OSN 2013 17:06 WIB | 21-05-2013 Jika Tak Bisa Dibina, Tindak Tegas Geng Motor yang Melanggar Hukum 17:05 WIB | 21-05-2013 Sebelum Disidang, Ketua KPU Batam Bebas Berkeliaran di Luar Sel PN Tanjungpinang 16:47 WIB | 21-05-2013 Dua Minggu Langka, Baru dapat Pasokan Gas Melon Hari Ini 16:28 WIB | 21-05-2013 Kembangkan Kebun Raya Batam, Dahlan Teken Kerjasama dengan KRB dan LIPI 16:21 WIB | 21-05-2013 Motor Rampasan Iman Ditemukan di Seiharapan 16:17 WIB | 21-05-2013 Surat Penetapan Tersangka Jhonny Allen Beredar di DPR 16:09 WIB | 21-05-2013 Wakil Rakyat Kecewa, Pendidikan di Batam Jadi Ajang Bisnis 16:06 WIB | 21-05-2013 Banjir Sebabkan Jalur Seraya-Batuampar Lumpuh 16:04 WIB | 21-05-2013 Pengelola KIB Lobam Kantongi Izin Reklamasi 760 Hektar Pesisir Pantai |