Banner TJP

Persoalan Lahan Picu Bentrokan Berdarah di Batam

BPN Kota Batam Harus Bertanggungjawab

roy_wright_baru....gif

BATAM, batamtoday - Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kota Batam dinilai harus ikut bertanggung jawab dalam munculnya sertifikat pengganti atas lahan PT Hyundai Metal Indonesia (HMI) di Jalan Yos Sudarso nomor 6, Batam mengingat sertifikat asli lahan tersebut masih ada dan tidak hilang. 

"Pejabat di BPN Batam, dalam hal ini Isman Hadi selaku mantan Kepala BPN Batam dan M. Thamzil selaku Kepala Sub Tata Usaha BPN Batam harus bertanggungjawab dalam penerbitan sertifikat pengganti itu," kata Roy Wright Hutapea, kuasa hukum Toni Fernando Pakpahan dan PT HMI kepada batamtoday, beberapa waktu lalu. 

Roy mengatakan penerbitan sertifikat itu penuh kejanggalan. Menurutnya BPN Batam diyakini tidak pernah melakukan cek ulang dan hanya mendasarkan pada laporan kehilangan yang dilakukan oleh Shang Heon Sin, pihak yang mengaku sebagai pemilik sertifikat bernomor 19, 20, 21 dan 23 atas nama PT HMI. 

Respons BPN Batam terhadap laporan Shang Heon Sin tersebut juga menyalahi aturan, mengingat laporan yang dilakukan oleh Djamiat, mantan sopir PT HMI yang mengaku diberi kuasa oleh warga Korea Selatan itu, tidak dilampiri dengan berita acara dari kepolisian dan hanya berdasarkan laporan kepolisian dari Polsek Batu Ampar saja. 

"Padahal sudah pernah saya tegaskan bahwa setiap laporan kehilangan dokumen berharga seperti sertifikat tanah dan dokumen penting sejenisnya harus dilakukan di Polres atau Polresta dan disertai berita acara, sesuai dengan surat edaran yang dikeluarkan oleh Kapolri," tambah Roy. 

Langkah BPN Batam menerbitkan sertifikat pengganti itu juga dinilai nekat oleh Roy. Pasalnya, penerbitan itu juga tidak didasari dengan prosedur yang seharusnya dan tetap menerbitkan sertifikat    .....(halaman selanjutnya)

Share on Google+ Batamtoday .com

Iklan-Batamtoday