
TANJUNGPINANG, batamtoday - Sejumlah calo yang bisa menguruskan dana bantuan belajar diketahui gentayangan di Dinas Pendidikan Provinsi Kepulauan Riau. Ironisnya, calo-calo ini banyak menggunakan 'topeng' sebagai tokoh pemuda maupun tokoh warga dan LSM untuk mendapatkan dana bantuan belajar itu.
Selain disertai dengan ancaman, unsur kedekatan, serta mengaku sebagai pejuang pembentukan Provinsi Kepri, oknum yang mengaku tokoh itu, juga kerap menghubungi, mendatangi dan panitia pembagian dana bantuan pendidikan di Dinas Pendidikan Provinsi Kepri. Tragisnya, dari total dana bantuan yang diperoleh setiap mahasiswa, sang calo, selalu meminta bagian bahkan melakukan pemotongan dengan alasan sebagai fee dari pengurusan dana bantuan pendidikan tersebut. Salah seorang mahasiwa, yang namanya enggan dipublikasikan, kepada batamtoday mengatakan, dari total Rp4 sampai Rp5 Juta dana bantuan pendidikan yang diperoleh masing-masing mahasiswa/i, orang yang mengaku tokoh ini, meminta bagian fee pengurusan dari mahasiswa yang bersangkutan. "Dari Rp4 juta hingga Rp5 juta dana yang disalurkan dinas pendidikan, kami hanya terima, Rp2 juta hingga Rp3 juta. Sisanya diambil oleh orang yang mengurus," ujar salah seorang mahasiswa yang namanya enggan disebutkan, belum lama ini. Praktek percaloan dalam memperoleh bantuan beasiswa ini juga, dibenarkan sejumlah staf di Dinas Pendidikan Kepri. Bahkan, untuk memuluskan aksinya, tak jarang orang yang mengaku tokoh, pemuda di Kepri ini melakukan teror, intimidasi, bahkan mengancam akan melakukan aksi demo di kantor dinas tersebut, kalau orang/mahasiswa yang diajukan tidak diloloskan sebagai penerima bantuan pendidikan. "Banyak calo, yang selalu datang dan meneror staf di sini, agar mendapatkan dana bantuan, ada juga yang mengaku tokoh pemuda, pejuang pembentuk Provinsi Kepri, LSM dan sebagainya," kata salah seorang staf di Dinas Pendidikan Kepri pada batamtoday. Menanggapi dugaan banyaknya calo dalam pengurusan bantuan pendidikan di Dinas Pendidikan Provinsi Kepri ini, Panitia Pelaksana Penyaluran Bantuan, Pendidikan Disdik Kepri, Fansuri ST mengaku tidak tahu dengan hal tersebut. Namun dalam pengurusan dan verifikasi, dinas pendidikan sudah melaksanakan sesuai dengan mekanisme yang ada. "Kalau masalah itu, kami tidak mengerti, karena sudah di luar mekanisme, yang jelas dalam verifikasi penyaringan, kami lakukan sesuai dengan mekanisme, dengan memanggil dan mnguruskan secara langsung pada mahasiswa yang bersangkutan," sebutnya. Sementara itu, berdasarkan data penyaluran beasiswa yang dipublikasikan Dinas Pendidikan Provinsi Kepri, dari 1.300 mahasiswa penerima dana bantuan (bukan beasiswa-red), dari kalangan yang tidak mampu serta berprestasi., berdasarkan SK Gubernur Kepri Nomor 486:2012. Pada gelombang pertama, saat ini Dinas Pendidikan Kepri telah menyalurkan sebanyak 1.142 orang siswa yang menerima. Rinciannya, 478 mahasiswa merupakan mahasiswa dari kalangan yang tidak mampu, sementara 631 orang merupakan mahasiswa yang berprestasi, atau Nilai Indek Prestasi Kumulatif (IPK) mahasiswa penerima di atas dari 3,25. Sementara siswa untuk kalangan mahasiswa berprestasi dari sebanyak 631 mahasiswa, ditambah 33 orang mahasiswa S2 yang berprestasi dan yang kurang mampu. Sedangkan sisanya, 154 orang lagi akan dibagikan pada mahasiwa berprestasi yang sedang mengejar program S3, dengan persyaratan pengajuan, siswa yang bersangkutan sedang tidak dalam tugas belajar, tidak sedang menerima beasiswa dari pemerintah, memiliki IPK 3,3 dan minimal sudah membuat tesis sebagai tugas dalam mengambil program pendidikan S3.
|
BERITA TERKINI
19:58 WIB | 22-05-2013
Minta Jatah Judi Bawa Parang, Ketua RT Dihajar Pamain Cingkoko 19:27 WIB | 22-05-2013 Kebakaran di Samping Sekolah Pelita Harapan Dipicu Aksi Bakar Diri 19:01 WIB | 22-05-2013 Layanan Internet Speedy Kecewakan Pelanggan di Tanjungpinang 18:52 WIB | 22-05-2013 Penderita Gangguan Jiwa Meningkat di Anambas 18:07 WIB | 22-05-2013 Terdakwa Narkotika yang Divonis Ringan Ternyata Korban Pemukulan Sipir Rutan 17:42 WIB | 22-05-2013 Gelar Sidang Pagi, Hakim Tanjungpinang Jatuhkan Vonis Ringan untuk Terdakwa Narkotika 17:05 WIB | 22-05-2013 'Telur Marco Polo' Jadi Subjek Fenomena Karimun 17:00 WIB | 22-05-2013 Pemko Batam Janji Selesaikan Permasalahan Kampung Tua 16:47 WIB | 22-05-2013 Perkosa Nenek-nenek, Dedi Muchtar Dituntut 6 Tahun 16:14 WIB | 22-05-2013 Sembilan Fraksi Soroti Pembangunan Fisik Kota Batam |