batamtoday.com | propertinews.com
  • HOME
  • Pemilu 2014
  • Seputar Kepri
  • Hukum & KRIMINAL
  • Politik
  • Ekbis
  • Olah Raga
  • Kesehatan
  • Hiburan
  • Kuliner
  • Nasional
Propertinews | Info Lalin | Warta Buruh | Green & Clean | Singapura - Malaysia | Lipsus | Sosok | Opini | Iptek | Surat Pembaca | Info Iklan | Gallery | Forum | Indeks

batamtoday.com | Dihalangi-Masuk-Kerja,-Buruh-Outsourcing-Varta-Lapor-Polisi


Dihalangi Masuk Kerja, Buruh Outsourcing Varta Lapor Polisi
 
Rabu, 13-06-2012 | 17:58 WIB | Penulis: Ocep
\Bookmark
 
 
Berita lainnya :
Batu Aji Residence Tawarkan Diskon 10 Persen
Wagub Kepri Minta Pengembang Perhatikan Fasum dan Lingkungan
Ruko Tisenia Tiban Ditawarkan Mulai Rp 688 Juta
Booking Fee di Sun Beach Palace Tiban Hanya Rp 1,5 Juta

Puluhan buruh outsourcing PT Varta yang melapor ke Mapolresta Barelang, Rabu (13/6/2012).


BATAM, batamtoday - Puluhan buruh outsourcing yang bekerja di PT Varta Microbattery Indonesia mendatangi Mapolresta Barelang melaporkan tindakan penganiayaan yang dialami sejumlah buruh dalam kericuhan dengan karyawan yang lain tadi pagi.

Mereka datang ke SPK Mapolrets Barelang sekitar pukul 15.30 WIB didampingi sejumlah pimpinan produksi PT Varta.

Para buruh yang didominasi wanita itu diwakili salah seorang pekerja pria bernama Suyono yang menjadi pihak pelapor.

Dalam laporannya, Suyono menerangkan ke pihak kepolisian telah terjadi tindak pidana penganiayaan pada hari Rabu (13/6/2012) sekitar pukul 08.15 WIB di kawasan PT Varta Microbaterry.

Penganiayaan itu terjadi saat terjadi kericuhan di lokasi perusahaan tadi pagi.

Dimana kericuhan itu dipicu oleh tindakan para pekerja yang mogok kerja melarang buruh outsourcing masuk ke dalam lokasi perusaan.

"Beberapa rekan kami mengalami penganiayaan oleh para pekerja yang berunjuk rasa," katanya.

Lebih jauh dia mengatakan, laporan ke polisi itu sebenarnya sudah dua kali dilayangkan oleh para buruh outsourcing dengan tuduhan yang sama.

Namun dia merasa sampai sekarang belum ada tindak lanjut dari piha kepolisian.

Menurutnya, para pekerja yang tidak ikut mogok kerja banyak mengalami perlakuan kasar, pelecehan seksual, penganiayaan dan penghinaan dari para karyawan yang mogok kerja.



Komentar :
 
 

 
BERITA TERKINI
22:40 WIB | 21-05-2013
Pompong Meledak, Dua Nelayan Dilaporkan Hilang
19:10 WIB | 21-05-2013
Soal Rangkap Jabatan Nur Syafriadi akan Dibawa ke Banmus DPRD Kepri
18:53 WIB | 21-05-2013
Gunakan Kopiah, Hendriyanto Bawa Sanak Famili di Persidangan
18:38 WIB | 21-05-2013
Tiga Anggota DPRD Anambas Resmi Mengudurkan Diri
18:20 WIB | 21-05-2013
Hendriyanto Dijerat Pasal Berlapis
18:05 WIB | 21-05-2013
Batam Butuh Tambahan Lebih 100 Ribu Tabung Gas Bersubsidi
17:08 WIB | 21-05-2013
Kepri Tanpa Medali, Jawa Tengah Juara OSN 2013
17:06 WIB | 21-05-2013
Jika Tak Bisa Dibina, Tindak Tegas Geng Motor yang Melanggar Hukum
17:05 WIB | 21-05-2013
Sebelum Disidang, Terdakwa Dana Hibah KPU Batam Bebas Berkeliaran
16:47 WIB | 21-05-2013
Dua Minggu Langka, Baru dapat Pasokan Gas Melon Hari Ini
INDEX


Home | Contact | Redaksi | Disclaimer
Seputar Kepri | Hukum & Kriminal | Politik | Ekbis | Olah Raga | Kesehatan | Hiburan | Kuliner | Nasional | Propertinews | Info Lalin | Warta Buruh | Green & Clean | Singapura - Malaysia
Lipsus | Sosok | Opini | Iptek | Surat Pembaca | Info Iklan | Gallery | Forum | Indeks

     

© Copyright 2013 batamtoday.com All Right Reserved
© powered by: 2digit