Banner TJP

Sekolah Negeri Dilarang Keras Kutip Uang Masuk

murid-smp.jpg

BATAM, batamtoday - Pemerintah Kota Batam melarang sekolah negeri memungut biaya apapun dalam penerimaan murid baru tahun ajaran 2012-2013.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Batam Muslim Bidin mengatakan pengelola sekolah negeri tidak diperkenankan melakukan pemungutan biaya dalam proses penerimaan murid baru.

"Tidak boleh ada pungutan dalam penerimaan siswa baru, kecuali untuk pakaian," kata Kepala Dinas Pendidikan Kota Batam Muslim Bidin di Batam, Kamis (7/6/2012).

Ia mengatakan pemerintah tegas menerapkan kebijakan itu karena dilarang Kementerian Pendidikan.

Bila diketahui ada sekolah yang meminta uang masuk sekolah siswa baru, Dinas Pendidikan akan memberikan sanksi kepada kepala sekolah.

Pemerintah kota, kata dia, akan membuka pusat aduan penerimaan siswa baru di beberapa mal di Kota Batam.

"Kami buat konter pengaduan penerimaan siswa baru di Nagoya Hill, BCS Mall dan satu lagi di Batam Center," kata dia.

Namun khusus untuk rintisan sekolah bertaraf internasional (RSBI), ia mengatakan boleh memungut biaya penerimaan siswa.

Menurut dia, dalam Permen Pendidikan, RSBI boleh melakukan pungutan dengan syarat diketahui komite dan disetujui Kepala Dinas Pendidikan.

"Untuk RSBI tidak masalah asal melalui mekanisme yang baik, tetapi untuk masyarakat lainnya, sekolah umum, tidak boleh ada pungutan. Kasihan mereka," kata dia.

Penerimaan peserta didik baru di Kota Batam dilakukan 2-5 Juli 2012 secara ‘online’ maupun reguler.

Kendati demikian, Anggota Komisi IV DPRD Kota Batam Ricky Indrakari mengatakan seharusnya tidak ada pungutan apa pun dalam penerimaan siswa baru, termasuk RSBI.Ricky mengatakan bila tetap dipungut, akan terindikasi korupsi.

Komisi IV DPRD Kota Batam, kata dia, akan memanggil Kepala Dinas Pendidikan untuk menjelaskan proses penerimaan siswa baru.

Dia juga meminta warga untuk proaktif untuk melaporkan bila ada pungutan yang dilakukan sekolah kepada Komisi IV DPRD.

Share on Google+