Banner TJP

Penyebab Kelangkaan BBM

Disperindag Kota Batam Banyak Keluarkan Izin

Kombes-Pol-Karyoto.gif

BATAM, batamtoday - Kapolresta Barelang Kombes Pol Karyoto menyebutkan kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis solar yang terjadi di Batam akhir-akhir ini diakibatkan banyaknya spekulan yang mengantongi izin penimbunan dari Dinas Perindustrian, Perdagangan dan ESDM Kota Batam. 

"Selama ini terlalu banyak 'karcis' (izin-red.) yang dikeluarkan oleh Diperindag Batam, sehingga tidak terpantau sama sekali. Dari pemegang izin tadi satu orang bisa saja memegang sepuluh 'karcis'," kata Karyoto di sela-sela kunjungan Kapolda Kepri Brigjen Pol Yotje Mende di Pulau Nipah, Selasa (22/05/2012). 

Adanya karcis tersebut, katanya tidak tertutup kemungkinan dapat menyebabkan kelangkaan BBM akibat tidak adanya pemantauan penggunaan izin. Dia mencontohkan izin yang diperuntukan untuk nelayan dipegang oleh spekulan yang tidak jelas.  

"Kuotanya itu berapa sekarang? Kemarin kenapa dilakukan sidak karena saya ingin tahu langsung berapa kuota sebenarnya yang diberikan oleh Pertamina kepada SPBU," ujarnya. 

Dengan demikian, katanya, untuk menyelidiki adanya penyimpangan yang dilakukan pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab, polisi menginginkan untuk duduk bersama dengan pihak Disperindag dan Pertamina sehingga kuota yang dikeluarkan bagi SPBU diketahui. 

"Kami tidak tahu berapa kuota yang dikeluarkan Pertamina kepada SPBU. Kalau kuota yang dikeluarkan selama ini diketahui maka kami bisa melakukan investigasi yang lebih dalam dalam meminimalisir maraknya penyelewengan BBM bersubsidi yang terjadi belakangan ini," jelasnya.

Sejauh ini, kata Karyoto pihaknya telah menempatkan anggota polisi di tiap-tiap SPBU di Batam. Akan tetapi dalam penempatan, petugas yang ditempatkan tidak berpakaian dinas kepolisian, melainkan berpakaian preman. 

Selain itu, Karyoto juga mengakui telah menempatkan anggota polisi di masing-masing SPBU di Batam. Namun pihaknya mengalami hambatan, karena banyaknya SPBU yang mendapatkan izin operasional selama 24 jam. Padahal, katanya penyelewengan BBM yang terjadi dimalam hari. 

"Makanya saya ingin duduk bersama dengan Disperindag dan Pertamina. Sehingga izin buka selama 24 jam tidak seluruh SPBU di Batam mendapatkan sehingga dapat kita pantau," kata dia.

Karyoto mengakui, meski belum adanya duduk bersama antara pihaknya dengan Disperindag dan Pertamina, akan tetapi untuk koordinasi selama ini tetap berjalan dengan baik. 

Namun dia kembali berharap dapat duduk bersama sehingga dapat menyelesaikan kasus kelangkaan BBM yang beruntun terjadi seperti yang diharapkan masyarakat Batam.

Share on Google+