batamtoday.com | propertinews.com
  • HOME
  • Pemilu 2014
  • Seputar Kepri
  • Hukum & KRIMINAL
  • Politik
  • Ekbis
  • Olah Raga
  • Kesehatan
  • Hiburan
  • Kuliner
  • Nasional
Propertinews | Info Lalin | Warta Buruh | Green & Clean | Singapura - Malaysia | Lipsus | Sosok | Opini | Iptek | Surat Pembaca | Info Iklan | Gallery | Forum | Indeks

batamtoday.com | Nyamuk-Malaria-Makin-Kebal-Jika-Dibasmi-dengan-Insektisida


Nyamuk Malaria Makin Kebal Jika Dibasmi dengan Insektisida
 
Selasa, 22-05-2012 | 11:54 WIB | Penulis: Redaksi/detikHealth
\Bookmark
 
 
Berita lainnya :
Asap Kendaraan Bermotor Juga Berbahaya Bagi Ginjal
Penderita DBD di Batam Alami Penurunan
Klinik Babussyifa Layani Bekam dengan Obat-obatan Herbal
10 Cara Menghemat Biaya Pengobatan


BATAM, batamtoday - Pemberantasan nyamuk malaria dengan menggunakan insektisida kini tidak efektif lagi karena dapat melahirkan nyamuk malaria super yang telah kebal terhadap bahan kimia insektisida. 

Penyebaran penyakit malaria di dunia kini sangat serius, khususnya di Afrika di mana lebih dari setengah juta orang meninggal setiap tahunnya karena malaria. Pencegahan penyebaran malaria yang tepat dan efektik adalah dengan memberantas populasi nyamuk. 

Metode yang digunakan untuk membasmi nyamuk seperti penyemprotan insektisida, penggunaan obat nyamuk bakar dan lainnya yang berbasis bahan kimia telah melahirkan sebuah generasi yang baru yaitu nyamuk malaria super yang telah kebal terhadap bahan-bahan pembasmi serangga tersebut. 

Beberapa kali terkena paparan bahan kimia dari obat pembasmi nyamuk mungkin akan membuat nyamuk mati, tetapi nyamuk tidak akan tinggal diam begitu saja untuk tetap hidup. Nyamuk juga memiliki sistem kekebalan diri yang akan kebal dengan sendirinya setelah akrab dengan paparan insektisida seperti dilansir dari naturalnews, Selasa (22/5/2012). 

Sebuah studi yang diterbitkan tahun lalu, misalnya, menemukan bahwa di satu daerah di pantai barat Afrika, nyamuk malaria super tetap muncul meskipun kelambu telah diobati dengan deltametrin dan insektisida piretroid. Piretroid insektisida menjadi pilihan terbaik untuk membasmi nyamuk bagi lembaga kesehatan, namun tampaknya bahan tersebut telah menunjukkan kegagalan. 

Tetapi bukannya mencari alternatif lain untuk membasmi nyamuk malaria, WHO dan lain-lain masih terus membela penggunaan piretroid dan insektisida lainnya serta mendorong pengembangan pestisida baru.



Komentar :
 
 

 
BERITA TERKINI
10:27 WIB | 20-05-2013
Ketahui Risiko Gigi Gunakan Kawat
10:16 WIB | 20-05-2013
ABBA Kalahkan The Beatles Dalam Penjualan Album di Inggris
10:09 WIB | 20-05-2013
Masyarakat Berhak Atas Informasi Lingkungan
10:01 WIB | 20-05-2013
Carragher Emosional di Laga Pamungkas Karir
09:46 WIB | 20-05-2013
Inilah Kilas Balik Demo Eks Buruh Subkon PT Saipem
09:32 WIB | 20-05-2013
Maling Nekat Embat Perhiasan dari dalam Kitab Suci
09:22 WIB | 20-05-2013
Terlalu Mabuk, Pecatan Tentara Gagal Maling
09:20 WIB | 20-05-2013
Hardi Luncurkan Buku Lewat Teater Bangsawan
08:52 WIB | 20-05-2013
Wan Prestasi, PT Saipem Didemo Ratusan Buruh Subkon
19:51 WIB | 18-05-2013
KPK Buka Lowongan Kerja dari 16-25 Mei 2013
INDEX


Home | Contact | Redaksi | Disclaimer
Seputar Kepri | Hukum & Kriminal | Politik | Ekbis | Olah Raga | Kesehatan | Hiburan | Kuliner | Nasional | Propertinews | Info Lalin | Warta Buruh | Green & Clean | Singapura - Malaysia
Lipsus | Sosok | Opini | Iptek | Surat Pembaca | Info Iklan | Gallery | Forum | Indeks

     

© Copyright 2013 batamtoday.com All Right Reserved
© powered by: 2digit