Banner TJP

Menelusuri Dugaan Praktik Pungli BC Batam

Mengubah Dokumen dengan 'Tarif' Rp10-30 Jutaan

logo_BC.jpeg

BATAM, batamtoday - Aturan boleh saja berganti dan lebih ketat, namun tetap saja jika tidak diikuti dengan perubahan mental dan prilaku penegak hukumnya, apapun aturannya pasti selalu disiasati dengan berbagai cara.

Begitu juga dengan aturan dalam pengimplementasian kawasan perdagangan dan pelabuhan bebas di Batam, Bintan dan Karimu (FTZ BBK) sampai kepada PP 10/2012 sebagai aturan teranyar implementasi kebijakan tersebut.

Namun ini bukan untuk mengkritisi aturan FTZ tersebut, tetapi mencoba mengungkapkan praktik pungli yang diduga dilakukan oleh sejumlah oknum di otoritas yang memangku kepentingan dalam proses pengawasan pemasukan barang (importasi) ke kawasan bebas Batam, yakni Kantor Pelayanan Utama (KPU) Bea dan Cukai Batam.

Dimana suara sumir selama ini menyebut-nyebut kalau tidak sedikit dari oknum petugas di KPU BC Batam sering melakukan praktik pungli kepada para importit barang, baik itu barang untuk kebutuhan industri maupun barang-barang konsumsi.

Informasi terkini yang diperoleh batamtoday bahkan menyebutkan lebih rinci lagi.

Sejumlah oknum di KPU BC Batam disebut telah merubah dokumen pemasukan barang yang sejatinya adalah barang bekas (seken) menjadi berstatus baru dengan tarif 25 juta.

Bagaimana ceritanya?

Berbagai modus yang dilakukan pengusaha nakal dalam memasukan barang kategori LARTAS (Larangan dan Pembatasan) ke Batam. Salah satunya bekerjasama dengan oknum petugas Bea dan Cukai (BC) dalam menyulap dokumen barang yang akan masuk.

Skenario memasukan kategori barang Lartas ini seolah sudah tersusun rapi oleh oknum BC di lapangan dengan pengusaha nakal yang akan memasukan barang. Adapun modus yang sering dilakukan adalah dengan mengubah jenis barang dari    .....(halaman selanjutnya)

Share on Google+ Batamtoday .com

Iklan-Batamtoday