Banner TJP

Sudah ditutup Berkali-kali Tetap Buka

Lokalisasi Teluk Bakau Kembali Buka, Warga Resah

psk.jpg

Batam, batamtoday - Lokalisasi yang bereda di Teluk Bakau, Nongsa kembali beroperasi lagi, padahal lokalisasi ini telah beberapa kali digusur oleh tim terpadu. kembalinya beroperasi lokalisai ini membuat warga Batu Besar, Nongsa resah.

"Kami warga sekitar tidak tahu pasti gimana kerja pemerintah saat ini, pasalnya, lokalisasi ini buka tutup terus bang, malahan sekarang semakin bertambah lagi bar-bar dari sebelumnya," ujar, Ani seorang ibu rumah tangga, di sekitar Teluk Bakau kepada wartawan, Minggu 23 Januari 2011.

Wanita yang mempunyai kulit sawo matang ini berharap pemerintah dapat tegas melakukan penutupan terhadap lokalisasi yang tidak jauh dari rumahnya.

"Lebih baik ditutup aja, kalau pemerintah tidak mau menutup total, biar kami warga sekitar yang tutup," ujarnya kesal.

Keresahan warga sekitar ini kerana, setelah Bar Teluk Bakau kembali beroperasi, banyak terjadi keributan di lokalisasi itu. Dan juga banyak permasalahan rumah tangga yang hancur akibat banyaknya lokalisasi liar. Mulai dari ribut masalah ekonomi hingga ribut persoalan asmara.

"Pastinya kalau terjadi keributan di rumah tangga, yang pertama jatah belanja rumah berkurang, dan banyak juga ibu-ibu yang ribut disitu karena suaminya main mata dengan pekerja seks komersial (PSK) disitu.

Selain adanya potensi yang mengakibatkan terjadinya keributan dalam keluarga, menurut ibu beranak dua ini, di lokalisasi itu sering terjadi keributan antar pelanggan dan PSK di sana. Dan akhirnya daerah kami dicap jelek oleh warga lainnya.

"Tetap aja kami yang disini dicap jelek oleh warga sekitar, ada tidak adanya lokalisasi itu, tidak ada untungnya bagi kami disini. Kalau bicara rugi tentu, tapi dari segi sosial kemasyarakatan," pungkasnya.

Dari pantauan batamtoday dilapangan, warga sekitar Batu besar merasa jenuh dengan pemerintah yang tidak komitmen melakukan pemberantasan lokalisasi di Teluk Bakau itu.

Dan juga di lokalisasi Teluk Bakau itu terdapat sekitar 30 Bar. Dan juga setiap bar itu, terpajang belasan wanita yang siap untuk memberikan pelayanan ekstra kepada lelaki hidung belang.

Rata-rata bar yang beroperasi itu, merupakan bangunan lama yang telah dirobohkan oleh tim terpadu, yang dibangun kembali oleh pemilik bar.

Bahkan, dari 30 bar yang telah beroperasi, disinyalir salah satunya dimili oleh aparat kepolisian yang saat ini bertugas di Samsat Kepri, yang berinisial AC.

Bar yang dimiliki polisi ini, paling besar diantara bar yang lainnya dan juga menyajikan para wanita malam, yang beroperasi dari pukul 17.00 WIB hingga pukul 03.00 WIB  pagi, tetapi tidak tertutup kemungkinan kalau ada tamu yang memesan, buka terlebih dahulu dari jadwalnya.

Share on Google+