Ditemukan Terlantar di Atas Perahu di Kalbar, Tutung Akhirnya Bertemu Keluarga
Oleh : Syajarul Rusydy
Rabu | 04-10-2017 | 20:26 WIB
Tutung-dan-keluarganya.gif
Ramidi (37) alias Tutung terbaring lemah di RSUD Bintan (Foto: Syajarul Rusydy)

BATAMTODAY.COM, Bintan - Ramidi (37) alias Tutung, warga Kampung Kuala Lumpur, Kelurahan Kijang Kota, Kecamatan Bintan Timur, Kabupaten Bintan, akhirnya bisa bertemu keluarganya setelah enam bulan lebih tak ada kabar berita.

Namun kondisinya saat ini sangat memprihatinkan. Tutung hanya bisa terbaring lemah di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Bintan.

Setelah enam bulan tak diketahui rimbanya, Tutung ditemukan oleh salah seorang nelayan di Pulau Pemangkat, Kalimantan Barat (Kalbar). Kuat dugaan, Tutung sengaja diterlantarkan oleh tokenya di pulau tersebut, lantaran sakit.

Namun sejauh ini, penyebab pastinya belum dapat diketahui, karena Tutung sampai saat ini belum bisa bicara dan memberikan keterangan.

"Kita gak tau kenapa adek kandung saya ditemukan dalam keadaan terlantar seperti itu. Sampai sekarang dia belum bisa bicara, hanya matanya saja yang bergerak," sebut kakak Tutung, Damang, saat ditemui di RSUD Bintan, Rabu (4/9/2017).

Damang menceritakan, pada bulan Maret lalu, Tutung yang berprofesi sebagai nelayan itu sempat pamit kepada dirinya bahwa dia akan pergi berlayar ikut bersama toke ikan yang berada di Kawal, Kecamatan Gunung Kijang. Namun siapa toke itu, Damang sendiri tidak diberi tahu oleh Tutung.

"Kemarin, bulan Maret, dia (Tutung) pamit sama kita mau pergi kerja, ikut sama toke yang ada di Kawal. Ya pergi lah dia, selama itu kami lancar komunikasi, setelah abis Lebaran Haji, dia tidak ada lagi kasih kabar sama kita," tuturnya.

Akhirnya, pada Sabtu (30/9/2017), kakak Tutung mendapat kabar dari salah seorang nelayan, yang mengatakan bahwa Tutung sedang bersamanya, setelah ditemukan dalam kondisi terbaring dengan posisi melekukkan badan di atas perahu di Pulau Pemangkat.

"Dia (nelayan) itu menyampaikan dengan ciri-ciri persis adek saya. Kemudian saya bilang itu adek saya, setelah itu kami minta tolong antarkan ke sini (Kijang). Dia bersedia dan diatarkan lah adik saya itu," katanya.

Kemudian, pada, Minggu (1/10/2017) sekitar pukul 10.00 Wib, Tutung sampai dengan menggunakan kapal KM Sabuk Nusantara 59 di Pelabuhan SBP Tanjungpinang. Kakak Tutung pun langsung membawa Tutung pulang ke rumah. Kemudian pukul sekitar pukul 17.00 Wib Tutung dibawa ke RSUD untuk mendapatkan pertolongan medis.

"Setelah sampai di Tanjungpinang, saya bawa pulang dulu ke rumah. Saya bersihkan, baru saya bawa ke sini (RSUD)," katanya lagi.

Setelah bertemu dengan keluarga, untuk mengurus surat menyurat, seperti SKTM mengalami kesulitan, karena Tutung tidak lagi memiliki identitas. Tutung sampai ke Tanjungpinang hanya berbekal pakaian yang masih melakat di tubuhnya saja.

Bahkan Dinas Sosial (Dinsos) Bintan juga menolak, saat pihak keluarga meminta bantuan, lantaran keluarga tidak bisa mengabulkan persyaratan yang diminta oleh pihak Dinsos.

"Kami juga sudah minta bantuan kepada Dinsos, mereka tidak bisa bantu. Karena kami tidak bisa menunjukkan persyaratan yang mereka minta. Macam mana kami mau nunjukkan, sementara adek saya saja tiba di sini hanya membawa pakaian yang dia pakai saja," ucapnya.

Untuk membantu meringankan biaya pengobatan Tutung, mereka yang tergabung dalam Paguyuban Indramayu, bahu membahu menggalang dana. Sejauh ini dana yang terkumpul dari Paguyuban Indramayu yang berada di Kijang, sudah terkumpul sebanyak Rp565 ribu.

"Saya berharap adik saya bisa segera sembuh, seperti sedia kala. Dan bisa memberi keterangan siapa orang yang tega menelantarkannya, sampai kondisinya seperti ini," harapnya yang diamini rekan-rekannya di Paguyuban Indramayu tersebut.

Editor: Udin