Mayoritas Masyarakat Pulau Jemaja Menolak Kehadiran PT KJJ
Oleh : Fredy Silalahi
Jum\'at | 18-08-2017 | 19:02 WIB
demo-mahasiswa-ke-KJJ.gif
Demo mahasiswa asal Anambas di DPRD Kepri yang meminta PT KJJ diusir dan Brimob ditarik dari Jemaja, Senin (30/5/2017). (Foto: Dok Batamtoday.com)

BATAMTODAY.COM, Anambas - Mayoritas masyarakat Pulau Jemaja menolak kehadiran PT Kartika Jemaja Jaya (KJJ) beroperasi. Bahkan, masyarakat Jemaja tidak ingin lagi mendengar nama KJJ di Pulau Jemaja.

Hal tersebut diungkapkan oleh Gusdi, salah satu Pemuda Jemaja yang menolak kehadiran PT KJJ di Pulau Jemaja.

"Saat ini hampir semua masyarakat menolak KJJ. Dan masyarakat saat ini sangat anti dengan namanya KJJ. Yang berharap itu KJJ beroperasi adalah masyarakat yang malas bekerja. Buktinya tanpa KJJ masyarakat bisa hidup dan bisa bekerja mencari nafkah," ujar Gusdi, Jum'at (18/8/2017).

Gusdi menegaskan, pembakaran alat berat milik KJJ adalah bukti nyata bahwa masyarakat menolak KJJ. Pasalnya masyarakat mengetahui, tujuan PT KJJ membuka kebun hanya modus dan tujuan sebenarnya hanya menggarap kayu di hutan Pulau Jemaja.

"Pembakaran alat merupakan bukti nyata masyarakat menolak KJJ. Dan itu merupakan spontanitas masyarakat karena sudah begitu geram terhadap perusahaan PT KJJ," tegasnya.

Dia menerangkan, pihaknya tidak menyalahkan apabila ada masyarakat yang mendukung PT KJJ. "Bagi kami tak masalah bila ada yang mendukung KJJ. Tapi jangan jual kami, karena lebih banyak masyarakat yang menolak PT KJJ hadir ke Jemaja ini," tambahnya.

Terkait adanya aktivitas pembalakan liar di hutan Pulau Jemaja, pihaknya meminta aparat penegak hukum melakukan kebijakan. "Kami sangat setuju apabila ditemukan aktivitas pembalakan liar di Hutan Pulau Jemaja segera ditindak. Dan itu merupakan tanggung jawab aparat penegak hukum," jelasnya.

Editor: Udin