Sulitnya Tumpangi Pesawat Perusahaan

Medco Energy Klaim Prioritaskan Kegiatan Operasi dan Produksi Hulu Migas
Oleh : Fredy Silalahi
Rabu | 16-08-2017 | 18:02 WIB
pesawat-di-anambas.gif
Ilustrasi pesawat milik Medco E&P Natuna Ltd di Bandara Matak Anambas (Sumber foto: Anambas Creative)

BATAMTODAY.COM, Anambas - Operator Kontrak Kerja Migas (KKS) South Natuna Sea Block B, Medco E&P Natuna Ltd, lebih memprioritaskan kegiatan operasi dan produksi di wilayah kerja sebagai bentuk komitmen dalam menjaga ketahanan energi nasional.

Hal tersebut disampaikan oleh Drajat Panjawi, Senior Manager Relations dan Security Medco E&P Natuna Ltd terkait sulitnya masyarakat ingin menumpang pesawat perusahaan.

"Sebagai operator KKS South Natuna Sea Block B yang merupakan aset negara, kami (Medco E&P Natuna Ltd) melakukan kegiatan operasi dan produksi hulu migas di bawah pengawasan SKK Migas, sesuai dengan peraturan dan prosedur yang berlaku. Kami diwajibkan memprioritaskan kegiatan operasi dan produksi sebagai bentuk komitmen perusahaan dalam menjaga ketahanan energi nasional," ujar Drajat, Rabu (16/8/2017).

Drajat menerangkan, perusahaan hanya akan menawarkan seat kosong saja untuk keperluan masyarakat maupun Aparatur Sipil Negara (ASN).

"Untuk itu, dalam pengoperasian pesawat operasional perusahaan, jika tersedia seat kosong, perusahaan akan menawarkan seat kosong tersebut untuk keperluan masyarakat sepanjang terpenuhinya persyaratan berdasarkan prosedur yang ada. Syarat untuk menumpang pesawat operasional yakni KTP, Goverment Travel Request (GTR) dan untuk pemerintahan harus menunjukkan surat dari institusi. Sedangkan perjalanan untuk keperluan medis dan pendidikan memiliki syarat berbeda. Itu dilakukan untuk memberikan perlindungan, keselamatan dan commercial," jelasnya.

Dia juga mengatakan, hingga Agustus 2017, perusahaan telah membantu sekitar 784 seat pesawat untuk masyarakat dan 137 seat kepada ASN. "Ketika seat kosong, maka kami akan berikan kepada masyarakat. Bukan dipersulit atau apa, tetapi kenyataannya tidak ada seat kosong," tegasnya.

Drajat menyinggung, pihaknya tidak ada mengalokasikan dana Tanggung Jawab Sosial (TJS) perusahaan untuk seat pesawat. "Dana TJS tidak dialokasikan dalam hal pengoperasian pesawat perusahaan, namun selama lebih dari 45 tahun terakhir kegiatan operasi Migas di Anambas, TJS ditargetkan untuk pengembangan masyarakat dalam hal pendidikan, pemberdayaan ekonomi, infrastruktur dan program sosial budaya," ujarnya mengakhiri.?

Sebelumnya, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Kepulauan Anambas akan panggil Perusahaan Minyak dan Gas Medco Energy. Pasalnya hingga saat ini banyak keluhan masyarakat yang tidak pernah disetujui untuk menumpang pesawat.

"Memberikan tumpangan itu merupakan salah satu bentuk CSR Perusahaan (Medco Energy) kepada masyarakat maupun daerah. Tetapi banyak masyarakat dan saya sendiri merasakan hal yang sama, tidak diberikan menumpang dengan alasan seat udah penuh. Alasannya selalu begitu, dan terkadang kita dipersulit untuk menumpang. Padahal kita menumpang mengingat keterbatasan transportasi," ujar Anggota DPRD Kabupaten Kepulauan Anambas, Yusli YS, Selasa (15/8/2017).

Editor: Udin