Masyarakat Keluhkan Transparansi PLN Rayon Anambas
Oleh : Fredy Silalahi
Senin | 19-02-2018 | 19:14 WIB
meteran-lama-dan-baru.jpg
Meteran lama dan meteran prabayar (Sumber foto: ist)

BATAMTODAY.COM, Anambas - Sejumlah masyarakat Anambas mengaku kecewa terhadap transparansi Perusahaan Listrik Negara (PLN). Pasalnya, masyarakat bertanya-tanya tentang pembelian pulsa listrik yang tak sesuai dengan nilai yang dibayarkan.

"Misalnya nih, kita membeli pulsa listrik yang Rp50.000, kita beli nilainya mencapai Rp53.000 tetapi kapasitas yang kita dapatkan pada meteran tak sampai dengan nilai itu," ujar Taufik, Senin (19/2/2018).

Taufik juga mengakui, PLN telah menyebarkan ederan agar masyarakat segera beralih menggunakan listrik prabayar.

"Kalau seperti ini kejadiannya, tentu masyarakat keberatan. Sehingga banyak masyarakat mempertahankan meteran lama," jelasnya.

Sementara, Dedy Prima Irawan, Kepala PLN Rayon Anambas, mengatakan tujuan peralihan meteran menggunakan listrik pra bayar yakni untuk mengikuti zaman modernisasi.

"Kita ingin meningkatkan kinerja. Kalau kita menggunakan meteran lama, tentu pegawai kita harus turun ke lapangan untuk mengecek meteran dalam pembayaran nantinya. Sehingga dengan adanya peralihan ini merupakan solusi untuk meningkatkan kinerja," jelasnya.

Dedy mengaku masih kesulitan untuk mengajak masyarakat beralih menggunakan listrik pra bayar. "Saat ini baru 75 persen pelanggan menggunakan listrik pra bayar, sementara jumlah pelanggan mencapai 8.100 untuk wilayah Anambas," ujarnya seraya bungkam terkait keluhan masyarakat terkait transparansi tersebut.

Editor: Udin